BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat penurunan pada arus transportasi udara dan laut untuk keberangkatan penumpang sepanjang September 2026.Penurunan lalu lintas moda transportasi ini dipaparkan langsung oleh Ketua Tim Statistik Harga BPS Babel,Desiana Arbani.
Desiana menjelaskan bahwa pada sektor transportasi udara, jumlah arus penumpang berangkat maupun datang di dua bandara utama Bangka Belitung kompak mengalami penurunan secara bulanan (month-to-month).
“Jumlah penumpang yang berangkat melalui moda angkutan udara pada September 2026 tercatat 53,24 ribu orang, atau turun 14,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Desiana.
Penurunan keberangkatan terjadi di kedua pintu udara Bangka Belitung:
- Bandara Depati Amir (Pangkalpinang): Melayani 36,11 ribu penumpang berangkat (turun 9,83 persen).
- Bandara H.A.S. Hanandjoeddin (Belitung): Melayani 17,14 ribu penumpang berangkat (turun 22,84 persen).
Untuk kedatangan jalur udara, total penumpang tercatat sebanyak 53,55 ribu orang (turun 15,58 persen),dengan rincian 36,38 ribu orang tiba di Bandara Depati Amir (turun 13,61 persen) dan 17,18 ribu orang di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin (turun 19,47 persen).
Sementara itu, pada sektor transportasi laut, penurunan juga mewarnai pergerakan penumpang meski arus bongkar barang tercatat mengalami pertumbuhan positif.
“Penumpang berangkat melalui moda angkutan laut tercatat sebanyak 34,51 ribu orang, mengalami penurunan 17,52 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara penumpang yang datang tercatat 35,75 ribu orang, turun 9,15 persen,” kata Desiana.
Di sisi logistik angkutan laut, volume barang yang dimuat tercatat sebanyak 292,15 ribu ton (turun tipis 0,89 persen). Sebaliknya, volume barang yang dibongkar di pelabuhan Bangka Belitung justru tumbuh 14,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai 196,92 ribu ton.














