BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yogi Maulana, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait persoalan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak kunjung usai di berbagai wilayah Kabupaten/Kota, khususnya Kota Pangkalpinang.Kamis (29/10/26).
Dalam rapat kerja bersama jajaran Pertamina, pemilik SPBU, dan Ditreskrimsus Polda Babel, Yogi mempertanyakan secara tegas apakah pasokan BBM yang dikirim selama ini sudah benar-benar sesuai dengan tingkat kebutuhan riil masyarakat.
“Masyarakat terus bertanya-tanya, apa sebenarnya penyebab utama antrean ini? Apakah masalah pasokan, jadwal distribusi, kapasitas pelayanan SPBU, atau ada dugaan penyimpangan yang harus ditelusuri?” tegas Yogi.
Ia mengungkapkan bahwa fenomena antrean panjang ini terjadi merata di seluruh wilayah, bahkan di SPBU yang berlokasi persis di depan kediamannya sendiri. Menurutnya, janji-janji penanganan yang pernah disampaikan sebelumnya belum membuahkan hasil nyata di lapangan.
“Kemarin ada janji perbaikan hingga 21 Oktober, tetapi sampai detik ini persoalan antrean berhari-hari, seperti di daerah Ketapang dan wilayah Pangkalpinang lainnya, belum juga ada penyelesaian,” ujar politisi muda Gerindra ini.
Yogi mengapresiasi langkah kepolisian yang telah mengamankan beberapa kasus penyelewengan BBM, namun ia meminta pengawasan dan penindakan hukum terus ditingkatkan secara konsisten tanpa pandang bulu.
Di saat yang sama, ia juga meminta para pemilik SPBU untuk bersikap terbuka mengenai kondisi stok harian, kendala operasional, hingga pola pelayanan di lapangan agar hambatan distribusi dapat dicari jalan keluarnya bersama-sama.
Sebagai wakil rakyat, Yogi menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa terus-menerus diminta untuk bersabar tanpa kejelasan letak akar masalah dan solusi yang pasti.
“Rapat ini menggunakan uang rakyat, jadi kita harus menghasilkan langkah konkret dan jawaban yang kuat. Jika masalahnya di pasokan, benahi pasokannya. Jika di distribusi, benahi distribusinya. Dan jika ada pelanggaran hukum, proses sesuai aturan yang berlaku,” kata Yogi.
Ia berharap rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Babel ini dapat menjadi titik balik untuk mengakhiri persoalan BBM yang telah berlarut-larut bertahun-tahun di Bangka Belitung.
“Kami tidak ingin masyarakat terus-menerus menjadi korban. Kami minta solusi nyata hari ini, bukan sekadar penjelasan,” pungkasnya.yayuk/LN














