Inflasi Bangka Belitung di Oktober 2026 Mereda Namun Perlu Waspada Hingga Akhir Tahun

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy

BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG-Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Oktober 2026 mengalami deflasi sebesar 0,41% (mtm), berbanding terbalik dengan periode sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,81% (mtm). Sejalan dengan hal tersebut, secara tahunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami inflasi sebesar 3,36% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,30% (yoy) dan berada di sasaran target inflasi nasional yakni sebesar 2,5±1%.

Secara bulanan, terjadinya deflasi di bulan Oktober 2026 disebabkan oleh menurunnya tekanan harga dari Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau khususnya dari komoditas daging ayam ras yang mulai menunjukkan tren penurunan harga, setelah beberapa bulan sebelumnya mengalami kenaikan harga.

Selain itu, komoditas ikan kerisi dan ikan selar juga menunjukkan tren penurunan harga didukung oleh kondisi cuaca yang mulai kondusif. Jika dilihat secara spasial, deflasi terendah terjadi di Tanjungpandan sebesar 1,31% (mtm). Kemudian diikuti oleh Kota Pangkalpinang dan Kab. Belitung Timur masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,55% (mtm) dan 0,27% (mtm). Hanya Kab. Bangka Barat yang mengalami inflasi sebesar 0,33% (mtm).

Secara tahunan, tekanan inflasi tahunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disebabkan oleh kenaikan indeks harga pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yakni sebesar 4,70% (yoy) utamanya disebabkan oleh komoditas berasdan cabai rawit. Hal ini sebagai dampak dari El Nino yang berkepanjangan. Selain itu, juga disebabkan oleh kenaikan indeks harga pada Kelompok Transportasi yakni sebesar 5,27% (yoy), yakni kenaikan tarif angkutan udara seiring pemberlakuan penyesuaian batas maksimal biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) kelas ekonomi untuk penerbangan domestik hingga mencapai 40%.

Merespon hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong danmendukung implementasi program pengendalian inflasi di masing-masing daerah.

Hal ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar TPID melakukan penguatan perannya dalam menjaga ketersedian stok dan stabilitas harga.

Selanjutnya, sebagai bentuk upaya konkret Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan, berbagai upaya yang telah dilakukan:

1. Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk komoditas beras premium sebanyak 2.500 kg bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Belitung.
2. Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk komoditas beras premium sebanyak 3.200 kg bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Bangka.
3. Pelatihan dan bimbingan teknis bagi petani bawang merah se Bangka Belitung yang dibimbing oleh PT Sinergi Brebes Inovatif dalam rangka penguatan kapasitas budidaya dan pengolahan bawang merah dari sisi hulu hingga hilir.

Lebih lanjut, Rommy menyampaikan bahwa untuk memperkuat strategi pengendalian inflasi umum melalui 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif) Bank Indonesia terusmengoptimalkan implementasi program Gerakan PengendalianInflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) bersama Pemerintah Daerah.


Sebagai penutup, Rommy kembali menegaskan tantangan inflasi ke depan masih tetap ada yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global, geopolitik, dan perubahan iklim, serta periode menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan liburan. Oleh karena itu, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan instansi terkait terus membangung Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) guna menjaga inflasi sesuai dengan sasaran target inflasi nasional.

 

Lebih lanjut, TPIDbersama pihak terkait diharapkan terus bersinergi untuk memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi HBKN, khususnya terkait kecukupan pasokan pangan, rantai pasok, serta jalur distribusinya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lima Komisioner KI Babel Periode 2026-2030 Resmi Dilantik
Tren Penumpang Transportasi Laut dan Udara di Babel Menurun
Kinerja Sektor Pariwisata di Bangka Belitung Mengalami Penurunan
KDM dan Sherly Tjoanda Akan Hadir ke Babel, Ini Agendanya
DPRD dan Eksekutif Babel Matangkan Ranperda Kelautan, Dorong Laut Jadi Sumber Ekonomi Baru Pengganti Timah
Tiga Ranperda Prioritas Dibahas, Pemprov Babel dan DPRD Sinergi Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Anggota DPRD Babel Yogi Maulana Suarakan Keprihatinan Antrean BBM Mengular dan Tak Kunjung Tuntas
DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Soal Carut Marut Penyaluran BBM

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:57 WIB

Inflasi Bangka Belitung di Oktober 2026 Mereda Namun Perlu Waspada Hingga Akhir Tahun

Senin, 2 November 2026 - 18:23 WIB

Lima Komisioner KI Babel Periode 2026-2030 Resmi Dilantik

Senin, 2 November 2026 - 18:20 WIB

Tren Penumpang Transportasi Laut dan Udara di Babel Menurun

Senin, 2 November 2026 - 18:16 WIB

Kinerja Sektor Pariwisata di Bangka Belitung Mengalami Penurunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:55 WIB

KDM dan Sherly Tjoanda Akan Hadir ke Babel, Ini Agendanya

Berita Terbaru

Bangka Belitung

Lima Komisioner KI Babel Periode 2026-2030 Resmi Dilantik

Senin, 2 Nov 2026 - 18:23 WIB

Bangka Belitung

Tren Penumpang Transportasi Laut dan Udara di Babel Menurun

Senin, 2 Nov 2026 - 18:20 WIB

Bangka Belitung

Kinerja Sektor Pariwisata di Bangka Belitung Mengalami Penurunan

Senin, 2 Nov 2026 - 18:16 WIB

Bangka Belitung

KDM dan Sherly Tjoanda Akan Hadir ke Babel, Ini Agendanya

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:55 WIB