Kunjungi PLTU di Bangka, Komisi XII DPR Minta PLN Maksimalkan Hilirisasi FABA Jadi Pupuk Dukung Ketahanan Pangan

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG- Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mendorong PT PLN (Persero) untuk mengoptimalkan pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Air Anyir Bangka. Sisa pembakaran batu bara tersebut kini dinilai berpotensi besar diolah menjadi pupuk murah bernilai ekonomi tinggi.

“Yang namanya FABA yang tadinya merupakan residu, ternyata bisa kita gunakan untuk pupuk. Hasilnya bagus dan biaya pemupukannya murah,” kata Bambang di PLTU Air Anyir Bangka.

Bambang menilai pemanfaatan FABA sebagai bahan baku pupuk telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Saat ini, Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (Formap) di Bangka Belitung telah memproduksi sekitar 16 ton pupuk berbahan FABA per hari. Oleh karena itu, ia meminta agar program ini ditingkatkan ke skala nasional dan tidak hanya berhenti pada tahap uji coba.

Ia juga berharap PLN dapat berperan sebagai “orang tua asuh” dalam membantu proses standardisasi dan legalitas produk.

“Kalau kita bisa urus SNI-nya, sehingga menjadi terstandarisasi, kemudian bisa dikembangkan di tempat-tempat lain di Indonesia,” ujarnya. Menurut Bambang, inovasi ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular karena mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan.

Bambang menegaskan agar pemanfaatan FABA sebagai pupuk ini juga direplikasi di PLTU wilayah lain, seperti di Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.

PLN Siap Jadikan Bangka Belitung Percontohan Nasional

Merespons dorongan tersebut, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menyambut positif potensi pengolahan FABA untuk sektor pertanian. PLN berkomitmen untuk membawa praktik terbaik dari Bangka Belitung ke seluruh unit pembangkit di Indonesia.

“Kami akan menjadikan apa yang dilakukan oleh PLN Babel ini sebagai percontohan dan kami akan copy hal ini juga di pembangkit-pembangkit kami di seluruh Indonesia,” jelas Rizal pada kesempatan yang sama.

Selama ini, pemanfaatan FABA lebih dominan digunakan untuk bahan bangunan dan konstruksi seperti conblock dan batako. Namun, ditemukannya formula pengolahan FABA bersama bahan organik menjadi pupuk membuka peluang baru untuk memperkuat ekosistem pertanian di sekitar wilayah PLTU.

“Selama ini kan hanya untuk konstruksi saja. Ternyata ini bisa untuk mendukung ketahanan pangan. Artinya ini peluang yang besar sekali bagi masyarakat sekitar untuk menikmati FABA menjadi sebuah komoditas yang bernilai tinggi,” pungkas Rizal.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD dan Eksekutif Babel Matangkan Ranperda Kelautan, Dorong Laut Jadi Sumber Ekonomi Baru Pengganti Timah
Tiga Ranperda Prioritas Dibahas, Pemprov Babel dan DPRD Sinergi Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Anggota DPRD Babel Yogi Maulana Suarakan Keprihatinan Antrean BBM Mengular dan Tak Kunjung Tuntas
DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Soal Carut Marut Penyaluran BBM
Pemprov Babel dengan Kemenhan Rapat Tindak Lanjut Penyelesaian Masalah Keveteranan
Bhita Pangkalpinang Melangkah ke TOP 11 DA8 Indosiar, Masyarakat Diajak Bersatu Berikan Dukungan
Gubernur Hidayat Arsani Sidak 7 SPBU, Tagaskan Tak Ada Ruang bagi Oknum Nakal
MA Tolak Kasasi Jaksa, Dokter Ratna Tetap Bebas dan Tim Kuasa Hukum Soroti Tenggat Waktu Singkat dari Kemenkes

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:48 WIB

DPRD dan Eksekutif Babel Matangkan Ranperda Kelautan, Dorong Laut Jadi Sumber Ekonomi Baru Pengganti Timah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Tiga Ranperda Prioritas Dibahas, Pemprov Babel dan DPRD Sinergi Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Anggota DPRD Babel Yogi Maulana Suarakan Keprihatinan Antrean BBM Mengular dan Tak Kunjung Tuntas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:41 WIB

DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Soal Carut Marut Penyaluran BBM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Pemprov Babel dengan Kemenhan Rapat Tindak Lanjut Penyelesaian Masalah Keveteranan

Berita Terbaru

Bangka Belitung

DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Soal Carut Marut Penyaluran BBM

Jumat, 30 Okt 2026 - 05:41 WIB