Harga Eceran Naik, DPRD Babel Desak Pertamina Segera Atasi Krisis BBM

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Humas DPRD Babel

Dok. Humas DPRD Babel

BERITAACUAN.COM – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendesak PT Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bangka Belitung.

Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena telah mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan hingga pelayanan publik.

“Saya minta kepada pihak Pertamina supaya masalah ini diselesaikan secepat mungkin dan segera dilaporkan ke pusat. Kalau dibiarkan, korbannya banyak, mulai dari UMKM, pengemudi ojek online, sampai masyarakat umum,” ujar Didit, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah memicu keresahan di tengah masyarakat. Selain antrean kendaraan yang mengular di SPBU, muncul pula praktik penjualan BBM secara eceran dengan harga yang jauh di atas harga normal.

Didit mengungkapkan, saat ini BBM eceran bahkan dijual hingga mencapai sekitar Rp20 ribu per liter, kondisi yang semakin membebani masyarakat yang sangat bergantung pada BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sebagai bentuk keseriusan menyikapi persoalan tersebut, Didit mengaku telah melakukan panggilan video dengan General Manager Pertamina. Dalam komunikasi itu, ia memperlihatkan secara langsung kondisi antrean kendaraan di SPBU sekaligus memperdengarkan keluhan masyarakat yang harus menunggu berjam-jam demi memperoleh BBM.

“Saya langsung perlihatkan antreannya. Beliau juga mendengar keluhan masyarakat yang sudah menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM,” katanya.

Didit mengatakan dampak kelangkaan BBM kini telah dirasakan hampir seluruh lapisan masyarakat. Ia bahkan menyaksikan sendiri dua sepeda motor mogok di depan rumahnya akibat kehabisan bahan bakar. Pemilik kendaraan tersebut terpaksa berjalan kaki mengantar anak ke sekolah karena tidak berhasil mendapatkan BBM.

“Artinya dampak antrean dan kelangkaan BBM ini sudah dirasakan semua sektor. Ada yang tidak bisa bekerja, ada anak yang terlambat bahkan tidak bisa sekolah karena tidak mendapatkan BBM,” ujarnya.

Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memulihkan pasokan dan distribusi BBM di Bangka Belitung agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut berada dalam kewenangan Pertamina sehingga perusahaan diminta segera mengambil langkah konkret.

Selain pemulihan pasokan, Didit juga meminta dilakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan di SPBU. Salah satunya dengan mengkaji pemisahan jalur antrean antara kendaraan umum dan kendaraan yang melakukan pembelian menggunakan jeriken atau pengerit, sehingga distribusi BBM dapat berlangsung lebih tertib dan tepat sasaran.

“Yang jelas saya minta kondisi ini segera dinormalkan karena yang memiliki kewenangan adalah Pertamina,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Didit juga kembali mengingatkan pentingnya pembenahan distribusi BBM subsidi, khususnya bagi nelayan. Ia menilai penyaluran BBM subsidi di sektor perikanan hingga kini masih belum sepenuhnya tepat sasaran dan perlu menjadi perhatian serius agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD dan Eksekutif Babel Matangkan Ranperda Kelautan, Dorong Laut Jadi Sumber Ekonomi Baru Pengganti Timah
Tiga Ranperda Prioritas Dibahas, Pemprov Babel dan DPRD Sinergi Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Anggota DPRD Babel Yogi Maulana Suarakan Keprihatinan Antrean BBM Mengular dan Tak Kunjung Tuntas
DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Soal Carut Marut Penyaluran BBM
Pemprov Babel dengan Kemenhan Rapat Tindak Lanjut Penyelesaian Masalah Keveteranan
Gubernur Hidayat Arsani Sidak 7 SPBU, Tagaskan Tak Ada Ruang bagi Oknum Nakal
Pansus RZWP3K Cabut IUP PT Timah di Batu Beriga Tanpa Lihat Kajian, Tapi Diam Dengan IUP Swasta
Pemprov Dukung Pemenuhan Hak dan Kesejahteraan Veteran di Babel
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:48 WIB

DPRD dan Eksekutif Babel Matangkan Ranperda Kelautan, Dorong Laut Jadi Sumber Ekonomi Baru Pengganti Timah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Tiga Ranperda Prioritas Dibahas, Pemprov Babel dan DPRD Sinergi Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Anggota DPRD Babel Yogi Maulana Suarakan Keprihatinan Antrean BBM Mengular dan Tak Kunjung Tuntas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:41 WIB

DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Soal Carut Marut Penyaluran BBM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Pemprov Babel dengan Kemenhan Rapat Tindak Lanjut Penyelesaian Masalah Keveteranan

Berita Terbaru

Bangka Belitung

DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Soal Carut Marut Penyaluran BBM

Jumat, 30 Okt 2026 - 05:41 WIB