Indonesia Dinilai Tetap Atraktif bagi Investor Global di Tengah Ketidakpastian Dunia

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Dok. Departemen Komunikasi Bank Indonesia)

(Dok. Departemen Komunikasi Bank Indonesia)

Bali, BERITAACUAN.COM Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan internasional, Indonesia tetap dipandang memiliki prospek investasi yang solid dan atraktif.

Bahkan, perekonomian nasional dinilai berpeluang mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi pada periode 2026–2027, seiring penguatan kebijakan ekonomi dan penerapan paradigma baru dalam pengelolaan cadangan devisa.

Optimisme tersebut mengemuka dalam pembukaan seminar internasional rangkaian Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026 bertema “Beyond the Old Playbook: Embracing a New Paradigm in Global Investment” yang diselenggarakan pada 29–30 Januari 2026 di Bali.

Forum ini menyoroti pentingnya transformasi kebijakan investasi dan peran strategis cadangan devisa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menegaskan bahwa penerapan paradigma baru dalam pengelolaan cadangan devisa menjadi bagian penting dari sinergi kebijakan nasional yang transformatif. Pengelolaan yang lebih adaptif dan berhati-hati dinilai mampu menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat resiliensi sektor eksternal.

“Untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi, bauran kebijakan transformasi ekonomi diperkuat melalui lima sinergi strategis,” ujar Aida. Kelima sinergi tersebut meliputi stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, percepatan hilirisasi industri, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan perekonomian dan pasar keuangan, serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional yang didukung kerja sama bilateral dan regional.

Aida menambahkan, keselarasan visi dan langkah kebijakan antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam mendorong transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Sejalan dengan itu, Bank Indonesia terus mengimplementasikan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan ekonomi syariah guna menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dalam menghadapi ketidakpastian global, cadangan devisa dikelola secara prudent sebagai penyangga utama stabilitas ekonomi, dengan memerhatikan perkembangan suku bunga global, nilai tukar dolar AS, dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Pandangan positif juga disampaikan Global Head of Asset Allocation Invesco, Paul Jackson, yang menilai perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang relatif baik. Menurutnya, pengelolaan cadangan devisa yang berhati-hati dengan pendekatan investasi yang lebih adaptif menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas di tengah volatilitas global.

Seminar internasional FIT 2026 dihadiri oleh perwakilan institusi keuangan internasional, lembaga kustodian dan counterparty global, perbankan, serta Lembaga Penjamin Simpanan. Rangkaian kegiatan juga mencakup diskusi dengan bank sentral berbagai negara yang membahas penguatan kerja sama keuangan internasional guna memperkokoh ketahanan eksternal Indonesia.

Dengan penguatan sinergi kebijakan nasional dan kerja sama internasional, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga kecukupan cadangan devisa serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Sumber Berita: https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_282126.aspx

Berita Terkait

Harga Sawit Anjlok, DPRD Bangka Belitung Respon Cepat
Hadiri Kuliah Umum di UBB, Elvi Diana: Pemahaman Soal Ekonomi Global Penting bagi Mahasiswa
Inflasi Bangka Belitung di Mei 2026 Tetap Terjaga Stabil
Dinas Koperasi dan UMKM Babel Dorong Sinergitas Penguatan UMKM pada Forum Bisnis Daerah HIPMI Babel
Optimisme Konsumen Terhadap Perekonomian Kepulauan Bangka Belitung Pada April 2026 Meningkat
Pemprov Babel dan UGM Perkuat Hilirisasi Komoditas Unggulan dan Transformasi Ekonomi Daerah
Kepolisian dan Kejaksaan Dilibatkan dalam Pengawasan Harga TBS Kelapa Sawit, Apkasindo Babel Sambut Baik
Ekonomi Bangka Belitung Tumbuh Tangguh 4,53% di Triwulan I 2026

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:29 WIB

Harga Sawit Anjlok, DPRD Bangka Belitung Respon Cepat

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:52 WIB

Hadiri Kuliah Umum di UBB, Elvi Diana: Pemahaman Soal Ekonomi Global Penting bagi Mahasiswa

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:04 WIB

Inflasi Bangka Belitung di Mei 2026 Tetap Terjaga Stabil

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:32 WIB

Dinas Koperasi dan UMKM Babel Dorong Sinergitas Penguatan UMKM pada Forum Bisnis Daerah HIPMI Babel

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:29 WIB

Optimisme Konsumen Terhadap Perekonomian Kepulauan Bangka Belitung Pada April 2026 Meningkat

Berita Terbaru

Bangka Belitung

Harga Sawit Anjlok, DPRD Bangka Belitung Respon Cepat

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:29 WIB

Pangkalpinang

HUT Ke-80 Pomad, Denpom 11/5 Bangka Ziarah ke Makam Pahlawan

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:16 WIB