BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan I 2026 yang tercatat tumbuh sebesar 4,53% (yoy). Angka ini menunjukkan ketangguhan ekonomi daerah yang tetap konstan dan stabil di tengah gejolak geopolitik global serta ketidakpastian ekonomi dunia.
Secara sektoral, pertumbuhan yang signifikan terjadi pada Lapangan Usaha (LU) Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh melesat hingga 39,46% (yoy). Lonjakan ini dipicu oleh beberapa faktor kunci.
Di antaranya perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Momentum hari besar keagamaan (Ramadan, Idulfitri, dan Imlek) yang jatuh dalam periode yang berdekatan. Geliat sektor konstruksi akibat pembangunan fisik fasilitas SPPG dan KDMP di seluruh wilayah Babel.
Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 14,58% (yoy). Hal ini didorong oleh realisasi belanja pegawai untuk THR (gaji ke-14) serta belanja barang untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pertumbuhan ekonomi ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 3,88% (yoy). Kehadiran program SPPG dan KDMP terbukti mampu membuka lapangan kerja baru, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat lokal.
Selain itu, sektor investasi yang tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh positif sebesar 4,50% (yoy), didorong oleh investasi fisik dan peningkatan pembelian kendaraan bermotor baru.
Merespon capaian tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen memperkuat stabilitas ekonomi melalui strategi OKS (Optimisme, Komitmen, dan Sinergi).
Beberapa langkah strategis yang akan ditempuh BI antara lain Hilirisasi Industri: Mendorong investasi pada sektor perkebunan dan industri pengolahan. Pada Swasembada Pangan: Mengimplementasikan program Asta Cita untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah.
Sektor pariwisata: Mengakselerasi penggunaan QRIS, termasuk QR Cross Border untuk wisatawan mancanegara seiring dibukanya rute internasional Scoot Airlines (Tanjungpandan-Singapura). UMKM: Mendorong pelaku usaha masuk ke ekosistem digital dan pasar global.
“Melalui sinergi antarinstansi dan pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru, Bank Indonesia optimistis sektor ekonomi unggulan di Bangka Belitung akan bangkit secara inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutur Rommy.














