Harga Sawit Anjlok, DPRD Bangka Belitung Respon Cepat

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergerak cepat menyikapi merosotnya harga kelapa sawit di tingkat petani. Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, lembaga legislatif ini tengah mengupayakan ruang dialog bersama pemerintah pusat guna memecahkan kebuntuan regulasi dan tata niaga sawit di daerah.

Sekretaris Komisi II DPRD Babel, Elvi Diana, mengungkapkan bahwa komoditas sawit saat ini menjadi tumpuan utama masyarakat di tengah lesunya sektor pertambangan timah. Oleh karena itu, fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini mendapat perhatian serius dari DPRD.

“Dominan ekonomi kita saat ini masih ditopang oleh tambang timah dan sawit. Saat ini, Ketua DPRD kita, Pak Didit Srigusjaya, memang menjadi garda terdepan untuk memecahkan kebuntuan ini,” tutur Elvi.

Sebagai langkah konkret, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melayangkan surat resmi kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).

“Suratnya sedang berproses. Harapan kami, antara Kamis atau Jumat nanti kami bisa beraudiensi langsung dengan Dirjen Perkebunan agar kita bisa mencari benang merah dan solusi dari kebuntuan ini,” jelas Elvi.

Penurunan harga kelapa sawit di Babel terbilang cukup drastis. Elvi memaparkan, harga sawit yang semula berada di kisaran Rp2.800 per kilogram kini merosot tajam dengan penurunan mencapai Rp1.000 lebih. Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu efek domino bagi perekonomian domestik warga.

Kondisi ini kian mengkhawatirkan karena momentum penurunan harga bertepatan dengan datangnya siklus pengeluaran tinggi tahunan bagi para orang tua.

“Kalau harga sawit turun seribuan lebih, petani sawit pasti akan menjerit. Imbasnya luas ke perekonomian masyarakat secara keseluruhan. Apalagi saat ini kita akan menghadapi musim liburan sekolah dan kenaikan kelas. Kebutuhan untuk tahun ajaran baru dan biaya pendidikan anak-anak itu sangat besar. Kasihan anak-anak dan adik-adik kita kalau ekonomi orang tuanya terganggu,” pungkas Ketua DPD KPPI Babel ini.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD dan Eksekutif Babel Matangkan Ranperda Kelautan, Dorong Laut Jadi Sumber Ekonomi Baru Pengganti Timah
Tiga Ranperda Prioritas Dibahas, Pemprov Babel dan DPRD Sinergi Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Anggota DPRD Babel Yogi Maulana Suarakan Keprihatinan Antrean BBM Mengular dan Tak Kunjung Tuntas
DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Soal Carut Marut Penyaluran BBM
Pemprov Babel dengan Kemenhan Rapat Tindak Lanjut Penyelesaian Masalah Keveteranan
Bhita Pangkalpinang Melangkah ke TOP 11 DA8 Indosiar, Masyarakat Diajak Bersatu Berikan Dukungan
Gubernur Hidayat Arsani Sidak 7 SPBU, Tagaskan Tak Ada Ruang bagi Oknum Nakal
MA Tolak Kasasi Jaksa, Dokter Ratna Tetap Bebas dan Tim Kuasa Hukum Soroti Tenggat Waktu Singkat dari Kemenkes

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:48 WIB

DPRD dan Eksekutif Babel Matangkan Ranperda Kelautan, Dorong Laut Jadi Sumber Ekonomi Baru Pengganti Timah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Tiga Ranperda Prioritas Dibahas, Pemprov Babel dan DPRD Sinergi Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Anggota DPRD Babel Yogi Maulana Suarakan Keprihatinan Antrean BBM Mengular dan Tak Kunjung Tuntas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:41 WIB

DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Soal Carut Marut Penyaluran BBM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Pemprov Babel dengan Kemenhan Rapat Tindak Lanjut Penyelesaian Masalah Keveteranan

Berita Terbaru

Bangka Belitung

DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Soal Carut Marut Penyaluran BBM

Jumat, 30 Okt 2026 - 05:41 WIB