Harga Daging Ayam di Bangka Belitung Melonjak 13 persen, TPID dan Bank Indonesia Siapkan Langkah Cepat

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Bank Indonesia Babel (Beritaacuan.com/ Yudi)

Gedung Bank Indonesia Babel (Beritaacuan.com/ Yudi)

BERITAACUAN.PANGKALPINANG – Harga daging ayam ras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami lonjakan signifikan hingga pertengahan September 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga daging ayam di wilayah ini menyentuh angka Rp49.354 per kilogram, naik 13,04% dibandingkan bulan Agustus yang berada di angka Rp43.661.

Lonjakan ini bahkan telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar Rp40.000, dengan selisih mencapai 23,39% lebih tinggi . Kenaikan harga ini menjadi salah satu pemicu utama inflasi tahunan Babel yang tercatat sebesar 3,94% (yoy) pada Agustus lalu .

Lima Faktor Pemicu Kenaikan Harga
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengidentifikasi lima faktor utama yang menyebabkan lonjakan harga daging ayam ras di pasaran, antara lain  Tingginya Harga Ikan Laut: Cuaca ekstrem membuat stok ikan laut terbatas dan harganya melambung, sehingga masyarakat beralih ke daging ayam sebagai alternatif protein.

Gangguan Produksi: Terjadinya kendala di sisi produksi yang berdampak langsung pada pasokan ayam ras di pasaran.  Efek Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Meningkatnya permintaan daging ayam untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyukseskan program pemerintah pusat.

Serta Margin Keuntungan Pelaku Usaha: Adanya kecenderungan pedagang mempertahankan margin keuntungan karena harga modal pembelian dari hulu sudah tinggi, terakhir Faktor Keagamaan: Adanya peringatan acara keagamaan yang berlangsung secara bersamaan.

Respons Cepat TPID dan Langkah Investigasi
Merespons kondisi tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menegaskan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) harus segera bergerak cepat melakukan langkah konkret intervensi dari hulu ke hilir.

Sidak ke Peternak: TPID bersama Satgas Pangan akan melakukan inspeksi mendadak ke kandang-kandang Day Old Chick (DOC) serta peternak mandiri dan kemitraan skala besar untuk mendeteksi kendala riil seperti potensi wabah penyakit.

Kemudian Investigasi Rantai Pasok: Melakukan pemantauan HAP di tingkat konsumen, mendeteksi spekulasi pedagang, hingga memeriksa gudang distributor untuk mencegah penimbunan stok ayam segar maupun beku. Kelancaran Distribusi: Memastikan pasokan pangan dari luar daerah masuk tanpa hambatan.

“Selain itu Koordinasi Produksi Lokal: Berkoordinasi dengan produsen dan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang peningkatan produksi ayam lokal di Babel. Dan Sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN): Berkoordinasi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dari program MBG serta mencari alternatif protein hewani non-ayam guna memecah permintaan pasar,” jelas Rommy.

Peran Bank Indonesia dalam Stabilisasi Harga
Hingga saat ini, Bank Indonesia terus berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) [ct]. Beberapa aksi nyata yang telah dilakukan meliputi fasilitasi Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) [ct].

Selain itu, BI juga memfasilitasi distribusi pangan termasuk pengiriman 7.000 kg daging ayam beku ke Belitung Timur, memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta memperkuat kompetensi anggota TPID melalui Capacity Building guna menjaga ekspektasi masyarakat tetap kondusif.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Babel Salurkan Bantuan Parpol Sebesar Rp7 M, Partai Didorong Perkuat Demokrasi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Apresiasi Polres Bangka Perkuat Pengawasan Penyaluran Biosolar di SPBU Puding Besar
Gandeng PLN dan PT Pos Indonesia, Ketua Dekranasda BabelcDorong UMKM Naik Kelas dan Adaptif
Bahas Persoalan Tata Ruang, IUP, Aset, dan Agraria, Gubernur Babel Buka Persoalan di DPR RI
Kemarau Berkepanjangan, Polda Babel Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih di Desa Kemuja
Kapolda Irjen Pol Viktor Dengar Aspirasi BEM dan Aktivis Mahasiswa Se-Babel
Ketua DPRD Babel; Plasma 20 persen Perkebunan Kelapa Sawit adalah Perintah Undang-undang
Sambut HUT ke-36, JNE Hadirkan Kolaborasi Eksklusif dengan Semangat Kreatif “Melesat Hebat”

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:18 WIB

Pemprov Babel Salurkan Bantuan Parpol Sebesar Rp7 M, Partai Didorong Perkuat Demokrasi

Kamis, 17 September 2026 - 17:54 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Apresiasi Polres Bangka Perkuat Pengawasan Penyaluran Biosolar di SPBU Puding Besar

Kamis, 17 September 2026 - 15:01 WIB

Harga Daging Ayam di Bangka Belitung Melonjak 13 persen, TPID dan Bank Indonesia Siapkan Langkah Cepat

Rabu, 16 September 2026 - 20:04 WIB

Gandeng PLN dan PT Pos Indonesia, Ketua Dekranasda BabelcDorong UMKM Naik Kelas dan Adaptif

Selasa, 15 September 2026 - 22:38 WIB

Bahas Persoalan Tata Ruang, IUP, Aset, dan Agraria, Gubernur Babel Buka Persoalan di DPR RI

Berita Terbaru