Kegiatan yang berlangsung di Aula PLN UP3 Bangka, Rabu (16/9/2026), dengan diikuti para pelaku UMKM se-Pulau Bangka tersebut, dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.
Dalam sambutannya, Noni Hidayat mendorong pelaku di Bangka Belitung untuk terus naik kelas. Ia menegaskan, UMKM di Bangka Belitung harus berani melihat peluang yang lebih luas, supaya bisa menembus pasar nasional hingga internasional.
“Pelaku UMKM di Bangka Belitung, harus berani melihat peluang yang lebih luas. Manfaatkan kemajuan teknologi, terus berinovasi, serta bangunlah jejaring seluas mungkin, supaya produk lokal kita mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” ucap Noni Hidayat.
Selain itu, Noni Hidayat juga mendorong UMKM di Bangka Belitung untuk terus adaptif, tak hanya berorientasi pada kebutuhan konsumen skala lokal serta terus beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi.
“Kita tidak bisa jalan di tempat, kita harus mengikuti apa pun tren yang sedang terjadi. Kemudian, usaha kita ini jangan hanya terpaku pada produk yang dibutuhkan lokal, tapi kita juga harus memikirkan bagaimana caranya mengembangkan produk untuk tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat juga menekankan tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya dalam mendukung perkembangan UMKM.
Menurut Noni Hidayat, salah satu langkah terbaik yang dapat dilakukan ketika pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran, yakni mencari dan membangun kemitraan.
“Sekarang sedang efisiensi anggaran, jadi solusi terbaik yang harus dilakukan, yakni menjalin kemitraan,” ujarnya.
Noni Hidayat berharap, kegiatan ini dapat terus dilakukan, sehingga UMKM di Bangka Belitung tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti perubahan zaman dan menjadi salah satu penggerak roda perekonomian daerah.
“Mau tidak mau kita harus terus belajar, harus terus mengikuti tren dan perkembangan yang ada,” ucapnya.
Sementara itu, Manajer PLN UP3 Bangka, Muhammad Taufik, mengatakan pengembangan UMKM saat ini tidak cukup jika hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi.
Menurutnya, pelaku usaha juga perlu memiliki pemahaman mengenai rantai pasok yang kuat serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar usahanya dapat berkembang dan naik kelas.
“Pembinaan ini tidak cukup orientasi pada peningkatan kapasitas produksi, tapi juga bagaimana pelaku usaha bisa berpikir sampai pasok yang kuat serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Muhammad Taufik.
Untuk diketahui, dalam kesempatan itu PLN UP3 Bangka menyerahkan bantuan berupa sertifikat halal ke 10 UMKM binaan dan bantuan berupa alat produksi ke 5 UMKM binaan lainnya, sebagai wujud dorongan nyata dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, meningkatkan nilai tambah produk, kapasitas, efisiensi waktu, serta kualitas produksi.














