BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG- PT Bursa Berjangka Jakarta atau *Jakarta Futures Exchange* (JFX) menyambut positif rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS/ICOMEX). JFX menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pemerintah dan lembaga regulator dalam mengimplementasikan agenda strategis nasional tersebut.
Pengalaman panjang dalam memfasilitasi dan mengembangkan perdagangan fisik timah di Indonesia menjadi salah satu modal utama yang siap dikontribusikan JFX. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai penentu harga (*price setter*) komoditas di tingkat global.
JFX mencatat rekam jejak yang solid sejak menyelenggarakan perdagangan fisik timah pada 2019. Hingga Agustus 2025, volume timah yang diperdagangkan melalui platform JFX telah menembus lebih dari 300 ribu ton, dengan nilai transaksi kumulatif mencapai lebih dari US$8 miliar. Perdagangan tersebut melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif, termasuk jaringan pembeli (*buyers*) berskala internasional dari berbagai negara.
Seiring bertumbuhnya pasar, domisili dan peran JFX dalam ekosistem transaksi timah nasional semakin dominan. Pada tahun 2024, JFX mencatat lebih dari 95% total transaksi timah nasional berlangsung di bursanya. Angka dominasi tersebut terus meningkat hingga mencapai 99% pada tahun 2025.
“Rekam jejak dan penguasaan pasar ini memberi JFX keahlian mendalam, mulai dari pengembangan pasar (*market development*), pengoperasian mekanisme perdagangan (*trading*), kliring dan penyelesaian transaksi (*clearing & settlement*), hingga pembentukan ekosistem jaringan pelaku pasar domestik maupun global,” tulis JFX dalam keterangannya.
Manajemen JFX menegaskan kesiapannya untuk membawa seluruh pengalaman, sistem teknologi, infrastruktur, serta jaringan ekosistem yang telah terbangun untuk berkolaborasi erat dengan pemerintah dan regulator demi menyukseskan kehadiran BMKS/ICOMEX.
Fokus utama JFX adalah memastikan seluruh rekam jejak serta infrastruktur yang dimilikinya mampu memberikan kontribusi konkret terhadap program pemerintah, sekaligus semakin memperkokoh posisi kedaulatan Indonesia dalam perdagangan komoditas strategis dunia














