Jelang HBKN, Pemerintah–BI Kunci Inflasi 2026 di 2,5 Persen, Siapkan Diskon Transportasi hingga Bantuan Pangan

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) pada Kamis (29/1/2026) (Humas Bank Indonesia)

High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) pada Kamis (29/1/2026) (Humas Bank Indonesia)

BERITAACUAN.COM – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sepakat memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan untuk mengendalikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) yang digelar Rabu (29/1), sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku pimpinan rapat menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi prasyarat utama untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Pemerintah dan Bank Indonesia berkomitmen menjaga inflasi tetap terkendali guna mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan pencapaian Asta Cita,” kata Menko Perekonomian dalam pertemuan tersebut.

Rapat HLM TPIP dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Menteri Dalam Negeri, Menteri Sekretaris Negara, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Sekretaris Kabinet, serta para wakil menteri dan pejabat eselon I kementerian dan lembaga anggota TPIP.

Dalam pertemuan itu, pemerintah dan BI menyepakati lima langkah strategis pengendalian inflasi, termasuk menjaga inflasi umum 2026 tetap berada dalam sasaran serta mengendalikan inflasi harga bergejolak (volatile food) pada kisaran 3,0–5,0 persen.

Gubernur Bank Indonesia menekankan pentingnya penguatan koordinasi pusat dan daerah, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Sinergi kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal Pemerintah akan terus diperkuat, khususnya melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah, agar inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi terjaga,” ujar Gubernur BI.

Upaya pengendalian inflasi pangan dilakukan melalui penjagaan ketersediaan pasokan antarwaktu dan antarwilayah, peningkatan produktivitas, serta perluasan akses pembiayaan guna mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.

Selain itu, pemerintah dan BI juga mendorong peningkatan kelancaran distribusi dan kualitas logistik pangan, terutama dari daerah surplus ke wilayah defisit. Kebijakan administered prices akan dirumuskan dengan mempertimbangkan waktu, tahapan, dan besaran penyesuaian agar tidak menekan daya beli masyarakat.

Untuk menjaga daya beli, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah pada periode HBKN, di antaranya pemberian diskon transportasi dan tarif tol selama Ramadan dan Idulfitri, serta penyaluran bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat pada Februari–Maret 2026.

Sebagai catatan, inflasi pada 2025 tercatat sebesar 2,92 persen (year on year) dan tetap berada dalam kisaran sasaran. Pemerintah menilai capaian tersebut mencerminkan keberhasilan sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia, termasuk melalui implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

Ke depan, TPIP akan terus memperkuat sinergi kebijakan sejalan dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027, dengan fokus pada kesinambungan pasokan dan peningkatan kelancaran distribusi.

Pemerintah dan BI juga berencana menggelar Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2026 pada akhir Juni 2026 dengan tema “Penguatan Ketahanan Pangan dan Perluasan Digitalisasi Keuangan Daerah untuk Stabilitas Harga dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi.”

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Bank Indonesia

Berita Terkait

Menyelamatkan Ruang Hidup Nelayan Rias dan Beriga Lewat Operasi Tambang Berwawasan Lingkungan
Derita Nelayan Beriga dan Rias: Terjepit Tambang Ilegal, Berharap Solusi Tata Kelola Resmi
Dari UMKM Halal Hingga Wakaf Produktif, Babel Hadirkan Semangat Kebaikan di ISEF 2026
Praktisi Keuangan Elvi Diana Tekankan Pentingnya Dana Darurat dan Literasi Finansial bagi UMKM
Kontribusi Babel Dalam Mendorong Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia
Inflasi Babel Melonjak ke 4,30 Persen pada September, BI Perkuat Langkah Pengendalian Harga
Harga Daging Ayam di Bangka Belitung Melonjak 13 persen, TPID dan Bank Indonesia Siapkan Langkah Cepat
Kuasai Perdagangan Timah Nasional, JFX Siap Dukung Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis BMKS/ICOMEX

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Menyelamatkan Ruang Hidup Nelayan Rias dan Beriga Lewat Operasi Tambang Berwawasan Lingkungan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Derita Nelayan Beriga dan Rias: Terjepit Tambang Ilegal, Berharap Solusi Tata Kelola Resmi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Dari UMKM Halal Hingga Wakaf Produktif, Babel Hadirkan Semangat Kebaikan di ISEF 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Praktisi Keuangan Elvi Diana Tekankan Pentingnya Dana Darurat dan Literasi Finansial bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Kontribusi Babel Dalam Mendorong Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia

Berita Terbaru

Bangka Belitung

DPRD Bangka Belitung Terima Audiensi Ulama Bahas BBM

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:29 WIB