BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah Bangka Belitung pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,21 persen. Angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,06 persen poin jika dibandingkan kondisi Februari 2026 yang sebesar 4,15 persen.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis oleh Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, pada Rabu (5/8/2026), jumlah angkatan kerja di Babel pada Mei 2026 mencapai 817,40 ribu orang, bertambah 1,45 ribu orang dibanding Februari 2026.
Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 783,01 ribu orang berstatus bekerja (naik 0,89 ribu orang), sementara jumlah pengangguran bertambah 0,56 ribu orang menjadi 34,40 ribu orang.
Serapan Lapangan Usaha dan Pergeseran Pekerja
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Bangka Belitung, yakni mencapai 27,71 persen (216,99 ribu orang). Posisi kedua ditempati oleh Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 16,02 persen (125,46 ribu orang), disusul Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,29 persen (96,26 ribu orang).
Kendati masih berada di tiga besar, sektor pertambangan dan penggalian mencatatkan penurunan jumlah tenaga kerja paling signifikan, yakni menyusut hingga 9,35 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Sebaliknya, pertumbuhan penyerapan tenaga kerja tertinggi terjadi pada sektor Industri Pengolahan yang bertambah 4,12 ribu orang, disusul Aktivitas Keuangan dan Asuransi (bertambah 3,46 ribu orang), serta Transportasi dan Penyimpanan (bertambah 2,95 ribu orang).
Sektor Informal Mendominasi
Dari total 783,01 ribu penduduk yang bekerja pada Mei 2026, proporsi pekerja di kegiatan informal sedikit lebih mendominasi dibandingkan sektor formal. Sebanyak 393,96 ribu orang (50,31 persen) bekerja di kegiatan informal, atau naik 0,27 persen poin dibanding Februari 2026. Sementara itu, pekerja formal tercatat sebanyak 389,05 ribu orang (49,69 persen).
Ditinjau dari status pekerjaan, mayoritas penduduk bekerja sebagai buruh, karyawan, atau pegawai dengan porsi 43,63 persen, diikuti pekerja mandiri/berusaha sendiri sebesar 23,32 persen.
Profil Pengangguran dan Pendidikan
Dilihat dari latar belakang pendidikan, TPT pada Mei 2026 tertinggi berada pada kelompok lulusan Diploma I/II/III yakni sebesar 5,96 persen, diikuti lulusan SMK (5,30 persen), SMA (4,87 persen), dan Sarjana/Diploma IV ke atas (4,81 persen). Adapun TPT terendah berada pada kelompok lulusan SD ke bawah (3,19 persen).
Secara demografis, TPT laki-laki tercatat sebesar 3,61 persen (turun 0,21 persen poin dari Februari 2026), sedangkan TPT perempuan naik 0,59 persen poin menjadi 5,29 persen. Berdasarkan wilayah tempat tinggal, TPT di daerah perkotaan (4,84 persen) masih lebih tinggi dibandingkan TPT di perdesaan (3,06 persen).
BPS juga mencatat persentase pekerja penuh (bekerja minimal 35 jam seminggu) mengalami peningkatan menjadi 71,87 persen. Sementara tingkat setengah pengangguran tercatat sebesar 6,17 persen dan pekerja paruh waktu sebesar 21,96 persen.














