BERITAACUAN.BATENG– Balai Besar POM Pangkal Pinang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi keamanan pangan dalam program sekolah yang melaksanakan pembudayaan keamanan pangan bagi komunitas sekolah wilayah Kabupaten Bangka Tengah yang bertempat di Ruang Pertemuan SMP Negeri 1 Namang pada Selasa, 21 Juli 2026.
Sosialisasi ini dihadiri oleh siswa dan guru dari 14 Sekolah yang ada di Kabupaten Bangka Tengah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keamanan pangan melalui pengenalan pangan aman dalam mendorong kemandirian komunitas sekolah untuk mewujudkan budaya pangan aman dan memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi para siswa.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh narasumber Ria Emeilia mengenai “Pengenalan Bahaya Keamanan Pangan” dan “Mengenal dan Memilih Pangan Aman (5 kunci Keamanan Pangan”. Dalam penjelasannya, Ria menekankan pentingnya melindungi pangan dari tiga jenis cemaran, yaitu cemaran biologi, kimia, dan fisik (benda asing) yang dapat membahayakan kesehatan.
Peserta juga diajak untuk menerapkan 5 kunci Keamanan Pangan berupa kenali pangan yang aman, beli pangan yang aman, baca label dengan seksama, jaga kebersihan dan catat dan laporkan apa yang ditemui terkait.
Sesi kedua dilanjutkan oleh narasumber Lia Tri Wahyuni yang memberikan tips praktis melalui materi “Tips Konsumsi Pangan Aman dengan Cek KLIK dan Memperhatikan Informasi Nilai Gizi”. Lia menjelaskan pentingnya budaya Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum mengonsumsi produk pangan olahan. Selain itu, ia mengedukasi peserta cara membaca Informasi Nilai Gizi (ING) pada label untuk memantau asupan harian guna menghindari penyakit kronis akibat konsumsi berlebih pada gula, garam, dan lemak.
Peserta juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap berita hoaks terkait obat dan makanan dengan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi Badan POM.
Materi terakhir disampaikan oleh narasumber Puspa Sari yang berfokus pada “Keamanan Pangan Pada Program Makan Bergizi Gratis” dan juga memaparkan materi “Program Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan Sekolah”. Puspa menjelaskan bahwa tanpa jaminan keamanan pangan, manfaat gizi dari program MBG tidak akan tercapai secara maksimal.
Ia memaparkan protokol bagi petugas sekolah dalam menerima dan mendistribusikan makanan, mulai dari praktik higienis seperti mencuci tangan bagi siswa sebelum makan.
Puspa juga menegaskan perlunya sinergitas semua pihak dalam menangani potensi kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di lingkungan sekolah. Selain itu disampaikan pula terkait tahapan Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan dan implementasinya di sekolah.
“Melalui sosialisasi ini, Balai Besar POM di Pangkal Pinang berharap komunitas sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Bangka Tengah dapat menjadi perpanjangan tangan dalam membudayakan keamanan pangan, sehingga terwujud sekolah sehat yang mendukung kualitas hidup generasi mendatang,” tutur Puspa.














