Sengketa Pulau Tujuh Tak Kunjung Usai, Ketua DPRD Babel Dorong Langkah Judicial Review ke MK

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG — Ketidakpastian status kepemilikan Wilayah Pulau Tujuh antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan Kepulauan Riau (Kepri) terus menjadi sorotan. Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menegaskan pentingnya penyelesaian sengketa tersebut melalui jalur hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).

Didit menilai, kondisi status quo yang berlarut-larut berdampak langsung pada terhambatnya pembahasan dan penyelarasan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta Perda Zonasi di Bangka Belitung.

“Dengan adanya status quo ini, integrasi antara Perda RTRW dan Zonasi sampai sekarang tidak selesai. Ini mengganggu sektor pembangunan dan iklim investasi karena tidak adanya kepastian hukum lokal di Bangka Belitung,” ujar Didit.

Ia menjelaskan bahwa dalam sejarah pembentukan Provinsi Bangka Belitung, wilayah Pulau Tujuh secara historis masuk dalam cakupan wilayah provinsi. Namun, dinamika cakupan wilayah tersebut memicu tumpang tindih klaim pasca pembentukan Kabupaten Lingga di Kepri. Saat ini, pembahasan RUU Daerah Kepulauan yang melibatkan 10 provinsi semakin mendesak perlunya kepastian batas wilayah tersebut.

“Saya khawatir jika Rancangan Undang-Undang Kepulauan ini disahkan nanti, status Pulau Tujuh makin membingungkan. Maka harus ada kepastian hukum terlebih dahulu,” tegasnya.

Sebagai langkah konkrit, Didit mendorong pemerintah daerah untuk melayangkan judicial review ke Mahkamah Konstitusi guna memperjelas status hukum Pulau Tujuh. Ia juga meminta penganggaran yang jelas untuk mendukung proses hukum tersebut.

Mengenai hasil akhir dari gugatan hukum di MK nantinya, Didit menegaskan bahwa pihak daerah akan bersikap kooperatif dan menerima segala keputusan lembaga peradilan tertinggi tersebut.

“Pokoknya apa pun hasilnya nanti, ya kita hormati. Yang paling penting saat ini adalah adanya kepastian hukum terhadap sengketa batas wilayah ini,” pungkas Didit.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggota DPRD Babel Elvi Dianas Apresiasi Bakti Sosial Operasi Katarak Rudi Center dan PDI Perjuangan
Dorong Ekonomi Lokal, Gubernur Babel Tinjau Potensi Pabrik dan Dermaga di Selat Nasik
DPRD Bangka Belitung Terima Audiensi Ulama Bahas BBM
Operasi Katarak Gratis Bagi Masyarkat Pulau Bangka, Rudianto Tjen: Doktrin Ketum PDI-P
Targetkan 800 Pasien, Rudi Center Datangkan 27 Tim Dokter Cicendo untuk Operasi Katarak Gratis di Bangk
Pemprov Bangka Belitung Terima Donasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Korban Kebakaran Basel
Menyelamatkan Ruang Hidup Nelayan Rias dan Beriga Lewat Operasi Tambang Berwawasan Lingkungan
Pasca Kasus Hukum, Kepemimpinan Pengurus KONI Pangkalpinang Berganti

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Anggota DPRD Babel Elvi Dianas Apresiasi Bakti Sosial Operasi Katarak Rudi Center dan PDI Perjuangan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Dorong Ekonomi Lokal, Gubernur Babel Tinjau Potensi Pabrik dan Dermaga di Selat Nasik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:29 WIB

DPRD Bangka Belitung Terima Audiensi Ulama Bahas BBM

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Operasi Katarak Gratis Bagi Masyarkat Pulau Bangka, Rudianto Tjen: Doktrin Ketum PDI-P

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Targetkan 800 Pasien, Rudi Center Datangkan 27 Tim Dokter Cicendo untuk Operasi Katarak Gratis di Bangk

Berita Terbaru

Bangka Belitung

DPRD Bangka Belitung Terima Audiensi Ulama Bahas BBM

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:29 WIB