BERITAACUAN.COM- Sekretaris Jenderal Federasi Sepeda Indonesia atau Indonesia Cycling Federation (ICF), Jadi Rajagukguk, secara resmi membuka musyawarah provinsi ICF Bangka Belitung yang dihadiri oleh perwakilan dari tujuh kabupaten/kota se-Babel. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa arah pelatihan atlet sepeda di daerah harus dilakukan secara terukur dan berjenjang.
Dalam Berbagainya, Jadi menekankan bahwa keikutsertaan atlet dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Pangandaran pada Juni-Juli mendatang memiliki syarat ketat.
“Kami tidak akan memberangkatkan atlet ke Kejurnas jika tidak ada Kejurprov. Seleksi di tingkat daerah, baik Provinsi maupun Kota, menjadi mandatori untuk bisa melaju ke tingkat nasional,” tegasnya.
Langkah ini diambil guna mempersiapkan atlet menuju berbagai multievent internasional, di antaranya Asian Games 2026 di Jepang. SEA Games 2027 di Malaysia. Olimpiade 2028 di Los Angeles.
ICF berkomitmen untuk membawa perwakilan dari pengurus provinsi guna melihat langsung perkembangan dunia sepeda di tingkat Asia dan dunia sebagai bahan evaluasi pelatihan atlet lokal.
Menatap PON 2028 di NTB-NTT, Jadi mengungkapkan adanya kebijakan khusus terkait cabang olahraga sepeda. Mengingat besarnya biaya pembangunan venue seperti Velodrome dan lintasan BMX, Jakarta telah disepakati akan menjadi tuan rumah penyangga untuk cabor sepeda.
Ia juga mengingatkan bahwa pengumpulan poin nasional sudah dimulai tahun ini melalui Kejurnas. “Kualifikasi babak akan dimulai Agustus 2027. Persiapan menuju PON tidak bisa dilakukan secara mendadak, dan kami apresiasi KONI Babel yang sudah memiliki satu visi dalam hal ini,” tambahnya.
Perwakilan KONI Bangka Belitung, Frameayoga, mengakui adanya kendala finansial dalam dua tahun terakhir akibat keterbatasan dana hibah. Meski bantuan anggaran belum bisa diberikan secara menyeluruh, ia optimis dengan potensi atlet Babel.
“Potensi kita besar. Pada PON sebelumnya, cabor yang tidak diunggulkan justru mampu menyumbangkan medali. Ini bukti peluang terbuka lebar jika pelatihan dilakukan berjenjang mulai dari Kejurkab hingga Kejurnas, ujar Framayoga.















