BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG — Ruas jalan yang menghubungkan Desa Terak, Kabupaten Bangka Tengah, menuju Simpang Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, kini resmi diberi nama menjadi Jalan Adhyaksa. Peresmian nama jalan di samping Soll Marina Hotel ini dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon Tabebuya di sepanjang kawasan tersebut.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bangka Belitung, Riono Budisantoso, menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, memperkuat kolaborasi, serta meninggalkan warisan positif bagi generasi mendatang.
Menurut Riono, nama “Adhyaksa” memiliki makna filosofis mendalam sebagai identitas Kejaksaan Republik Indonesia yang menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Sebuah jalan merupakan simbol penghubung yang memperlancar aktivitas dan membuka akses menuju kemajuan. Begitu pula dengan kejaksaan, yang terus berupaya menjadi penghubung antara kepastian hukum dan rasa keadilan, antara kewenangan negara dan kepentingan masyarakat, serta antara pembangunan dan penegakan hukum,” ujar Riono.
Mengenai aksi penanaman pohon Tabebuya, Riono menekankan bahwa pohon tersebut memiliki daya tahan kuat dan mampu menyuguhkan keindahan yang memikat saat berbunga. Nilai tersebut menjadi filosofi pengingat bahwa setiap upaya yang dilakukan dengan kesungguhan dan kesabaran akan membuahkan manfaat besar bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, menyambut baik penamaan jalan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemberian nama Jalan Adhyaksa bukan sekadar penanda geografis, melainkan wujud apresiasi dan simbol sinergi yang erat antara pemerintah daerah dan jajaran kejaksaan.
“Langkah ini merupakan simbol sinergi dalam mengawal pembangunan, menegakkan hukum, serta menjaga kondusivitas di Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Bangka Tengah,” kata Efrianda.
Ia juga mengapresiasi penanaman pohon Tabebuya yang digulirkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Injourney Airport Alam Lestari. Menurut Efrianda, pesatnya pembangunan infrastruktur sudah sepatutnya diimbangi dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Penanaman pohon ini tidak hanya mempercantik estetika kawasan agar lebih asri dan indah, tetapi juga menjadi investasi hijau bagi anak cucu kita ke depan. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak bandara yang telah menyalurkan CSR secara nyata untuk kepentingan publik dan lingkungan,” tambahnya.
Efrianda berharap kolaborasi harmonis antara pemerintah daerah, kejaksaan, dan BUMN ini dapat terus terjalin di berbagai bidang. Ia turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat pohon yang telah ditanam agar tumbuh subur dan memberikan manfaat maksimal.















