BERITAACUAN.COM. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, secara resmi meresmikan gedung baru Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Peresmian ini menandai langkah besar dalam memperkuat literasi dan menjaga identitas budaya melalui bahasa di Negeri Serumpun Sebalai.
Hidayat Arsani menekankan bahwa keberadaan kantor baru ini merupakan sarana vital bagi masyarakat untuk memperdalam kemampuan berbahasa. Ia mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia tanpa melupakan akar budaya daerah.
“Kita ingin bahasa Indonesia diutamakan, namun bahasa daerah tetap dilestarikan agar tidak hilang. Kita belajar dari negara hebat seperti Jepang yang maju karena yakin dan bangga dengan bahasa leluhurnya,” ujar Hidayat.
Ia juga menegaskan bahwa implementasi penggunaan bahasa ini telah diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda) yang sudah ada. Terkait penggunaan bahasa oleh pelaku UMKM maupun masyarakat umum, ia mengimbau agar tetap mengedepankan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam ruang publik.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Mukshin, menyatakan bahwa pembangunan gedung ini merupakan bentuk sinergi positif antara pemerintah pusat dan daerah. Gedung ini berdiri di atas lahan hibah dari Pemprov Bangka Belitung.
Hafidz memaparkan tiga fokus utama kehadiran Kantor Bahasa di Babel pengutamaan Bahasa Indonesia: Mengajak media dan seluruh elemen masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik.
Pelestarian Bahasa Daerah: Kantor Bahasa bertanggung jawab menjaga bahasa daerah di Bangka Belitung agar tidak punah melalui kolaborasi dengan komunitas dan orang tua.
Peningkatan Literasi Melakukan penerjemahan cerita anak dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia untuk menumbuhkan budaya baca sejak dini. Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap penggiat bahasa dan sastra, Badan Bahasa juga menyalurkan bantuan pemerintah dalam tiga kategori.














