BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG — Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan bahwa gelaran Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Gelar Produk Pendidikan Menengah dan Khusus, serta Lomba PAUD Tingkat Provinsi Tahun 2026 tidak hanya sekadar ajang perebutan medali. Event besar ini menjadi momentum penting dalam pembentukan karakter, penggalian potensi, serta ruang kolaborasi bagi insan pendidikan di Babel.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, di sela-sela pembukaan acara yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Babel.
“Bukan hanya ajang siapa yang juara tentunya. Tetapi lebih daripada itu, kita ingin menguatkan karakter, serta menggali potensi, bakat, dan minat para peserta didik,” ujar Saipul Bakhri menekankan esensi utama dari perlombaan ini.
Meski pembentukan karakter menjadi pilar utama, Saipul tidak menampik bahwa ajang ini merupakan gerbang awal untuk menyaring talenta-talenta lokal terbaik. Melalui kompetensi ketat yang sehat, diharapkan lahir perwakilan Bangka Belitung yang mampu berbicara banyak di level yang lebih tinggi.
“Di satu sisi, kita memang ingin mencari talenta-talenta terbaik dari jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Babel. Target kita, mereka tidak hanya mewakili provinsi di tingkat nasional, tetapi juga bisa menembus level internasional,” lanjutnya optimistis.
Lebih lanjut, Saipul Bakhri menambahkan bahwa kompetensi tahunan ini menjadi wadah yang sangat efektif untuk mempererat hubungan antarsatuan pendidikan. Alih-alih menciptakan persaingan yang tidak sehat, event ini justru dirancang untuk memicu kerja sama yang solid guna mendongkrak mutu pendidikan daerah.
“Melalui kompetensi siswa ini, kita juga ingin membangun kebersamaan. Kita berkolaborasi—mulai dari kepala sekolah hingga siswa—untuk bergerak bersama-sama. Di sini kita bisa melihat langsung bahwa ada banyak sekali potensi, bakat, dan kreativitas yang telah dilakukan oleh sekolah-sekolah kita, baik di tingkat menengah maupun pendidikan khusus,” pungkas Saipul.
.














