BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG – Komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung membuahkan hasil positif. Berdasarkan data ekonomi makro hingga akhir Juni 2026, tingkat inflasi gabungan di empat kabupaten/kota di Babel terjaga stabil di angka 2,92 persen secara tahunan (yoy).
Angka inflasi regional Babel ini tercatat lebih rendah dan lebih aman dibandingkan dengan tingkat inflasi nasional yang berada di posisi 3,34 persen.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi daerah dengan andil sebesar 4,49 persen,” ungkap Kepala Kanwil DJPb Babel, M. Mufti Arkan, dalam paparan data regional, Jumat (24/7).
Kabar baik juga datang dari sektor kesejahteraan pekerja daerah:
- Nilai Tukar Petani (NTP): Meroket ke angka 162,13 pada Juni 2026 (naik 2,20% secara bulanan). Angka ini bertengger jauh di atas NTP nasional yang hanya 127,65, dipicu pertumbuhan Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,13 persen.
- Nilai Tukar Nelayan (NTN): Bertahan kokoh di posisi 118,84, mengungguli NTN nasional sebesar 107,47.
- Perdagangan Luar Negeri: Neraca perdagangan luar negeri Babel surplus USD 176,89 juta (tumbuh 22,04% bulanan) berkat genjotan volume ekspor komoditas timah.
Ketahanan ekonomi ini diperkuat oleh kucuran Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari APBN sebesar Rp2,97 triliun atau 55,09 persen dari target. Aliran neto sumber daya fiskal pusat ini terbukti menjadi instrumen penting untuk menopang pelayanan publik daerah.
Selain itu, sektor usaha mikro ikut digenjot lewat pembiayaan produktif. Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat telah tersalurkan Rp838,99 miliar kepada 11.653 debitur. Sementara itu, pembiayaan Ultra Mikro (UMI) terserap Rp51,62 miliar bagi 9.163 debitur, dengan Kabupaten Bangka keluar sebagai wilayah penyaluran tertinggi untuk kedua skema permodalan tersebut.














