BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG. Kondisi fiskal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatatkan rapor hijau pada paruh pertama tahun ini. Kepala Kanwil DJPb Babel, M. Mufti Arkan, memaparkan bahwa APBN Regional Babel hingga 30 Juni 2026 semakin solid yang ditandai dengan lonjakan pendapatan negara yang tinggi serta penyerapan belanja yang akseleratif.
Realisasi pendapatan negara di Babel sukses menyentuh angka Rp2,15 triliun. Angka ini setara dengan 40,56 persen dari target total APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp5,29 triliun.
“Capaian pendapatan ini tumbuh tinggi sebesar 24,12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” ujar Mufti Arkan dalam rilis perkembangan ekonomi regional di Pangkalpinang, Jumat (24/7).
Lonjakan pendapatan fiskal ini disokong oleh tiga pilar utama:
- Penerimaan Pajak: Mencapai Rp1,92 triliun, tumbuh kuat 27,79 persen secara tahunan (yoy).
- Kepabeanan dan Cukai: Mengumpulkan Rp76,81 miliar atau sudah mengamankan 71,60 persen dari target tahunan.
- PNBP: Meraih Rp152,35 miliar, melesat tumbuh 25,28 persen secara tahunan.
Dari sisi pengeluaran, realisasi Belanja Negara telah terkucur Rp4,44 triliun atau 52,54 persen dari total pagu Rp8,46 triliun. Hebatnya, realisasi Belanja Pemerintah Pusat melompat 26,09 persen (yoy) menjadi Rp1,48 triliun. Akselerasi masif ini dipicu oleh realisasi Belanja Modal fisik yang melonjak tajam hingga 104,91 persen secara tahunan demi membangun infrastruktur Bumi Serumpun Sebalai.
Perwakilan Kementerian Keuangan Babel menegaskan komitmennya untuk terus mengawal APBN tetap sehat, kredibel, dan adaptif. Pengelolaan fiskal yang hati-hati ini diharapkan menjadi jangkar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Babel yang inklusif dan berkelanjutan.















