BERITAACUAN.COM – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang memperketat pengawasan terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Pada sore hari ini, tim BPOM melakukan inspeksi mendadak dan pengambilan sampel takjil di kawasan halaman Masjid Kubah Timah, Pangkalpinang.
Kepala BPOM Pangkalpinang, Agus Riyanto, menyatakan bahwa fokus utama pengawasan kali ini adalah makanan dan minuman yang memiliki ciri fisik mencolok atau dicurigai mengandung bahan kimia terlarang.
“Kami mengambil beberapa sampel yang dicurigai, mulai dari bakso, mi, hingga minuman berwarna mencolok. Target utama kami adalah memastikan apakah produk tersebut aman atau justru ditambahkan bahan berbahaya,” ujar Agus di sela-sela kegiatan.
Dalam giat ini, BPOM mengerahkan unit mobil laboratorium keliling untuk melakukan pengujian langsung di lokasi (on the spot). Pengujian difokuskan pada empat parameter bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan, yaitu:
Formalin
Boraks
Rhodamin B (Pewarna merah tekstil)
Metanil Yellow (Pewarna kuning tekstil)
Agus menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan karena pola konsumsi masyarakat yang meningkat drastis selama Ramadan.
“Setiap sore masyarakat membeli takjil, maka peran kami adalah memastikan apa yang mereka makan itu benar-benar layak dan aman,” tambahnya.














