BERITAACUAN.COM. MENTOK- Memasuki usia ke-292, Kota Mentok dinilai tidak cukup hanya bersolek dengan identitas sejarahnya. Pembenahan lingkungan dan peningkatan kualitas pembangunan perlu menjadi prioritas agar Ibu Kota Kabupaten Bangka Barat ini semakin rapi, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Elvi Diana. Ia menegaskan bahwa momentum hari jadi ini harus menjadi pemantik untuk mempercepat penanganan berbagai isu krusial, mulai dari sektor kesehatan, penekanan angka pengangguran, pengelolaan kebersihan, hingga penataan tata ruang kota.
“Dirgahayu ke-292 Kota Mentok. Semoga pada usia ini Mentok menjadi lebih baik, rapi, nyaman, serta mengalami kemajuan di segala bidang—terutama dalam penanganan masalah kesehatan dan pengangguran. Semoga Mentok dapat menjadi ibu kota Bangka Barat yang unggul dalam segala hal,” ujar Elvi Diana.
Salah satu poin kritis yang disorot Elvi adalah kondisi sungai di kawasan Kampung Ulu. Ia mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Bangka Barat untuk segera mengalokasikan anggaran pembersihan dan pengerukan sungai demi meminimalkan risiko banjir.
“Kami berharap Sungai Ulu di Kampung Mentok Ulu dianggarkan untuk dibersihkan dan dikeruk agar tidak memicu banjir, sekaligus mengedukasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.
Tak hanya sektor perairan, Elvi meminta pemda setempat bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menertibkan pekarangan rumah maupun perkantoran terbengkalai yang ditumbuhi semak belukar. Fenomena kabel jaringan yang melilit semrawut serta saluran drainase yang tersumbat di pusat kota juga tak lepas dari perhatiannya.
“Kabel-kabel yang semrawut serta got-got di Kota Mentok harus segera dibersihkan dan dirapikan,” tegas Elvi.
Ia menekankan, estetika dan kebersihan kota sangat vital untuk menciptakan kenyamanan warga. Pembangunan Kota Mentok diharapkan tidak sekadar berfokus pada infrastruktur fisik belaka, melainkan juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kemudahan akses layanan kesehatan dan perluasan lapangan kerja.














