BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Kantor Badan Narkotik Nasional Provinsi Babel pada Jumat (26/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Babel Irjen Pol. Viktor Theodorus Sihombing, menyampaikan alarm keras terkait tren penyalahgunaan narkotika yang kian menyasar generasi muda di wilayahnya.
Dalam amanatnya, Irjen Pol. Viktor Theodorus Sihombing membeberkan data capaian penegakan hukum yang cukup signifikan sekaligus memprihatinkan sepanjang tahun berjalan.
Berdasarkan data pengungkapan kasus oleh Polda Babel selama periode Januari hingga Juni 2026, tercatat ada 281 kasus narkotika dengan total 336 tersangka yang berhasil diamankan. Angka ini melanjutkan tren kerawanan dari tahun 2025 yang mencatatkan total 464 perkara pidana narkoba di Bumi Serumpun Sebalai.
Secara khusus, Kapolda menyoroti keterlibatan kelompok usia produktif dan anak-anak yang kian rentan menjadi korban maupun pelaku peredaran gelap.
“Yang memprihatinkan, dari jumlah tersebut terdapat 8 anak di bawah umur yang terlibat dalam tindak pidana narkotika. Selain itu, terdapat 64 pelajar dan mahasiswa yang tersangkut dalam kasus penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” ujar Irjen Pol. Viktor.
Fakta tersebut, menurut Kapolda, menjadi bukti nyata bahwa ancaman narkoba telah menyusup ke lingkaran generasi yang seharusnya menjadi tumpuan masa depan bangsa.
Menjawab tantangan tersebut, peringatan HANI tahun ini mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045.”
Kapolda memberikan apresiasi tinggi terhadap implementasi Gerakan Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai Dari Anak). Gerakan strategis ini dinilai sangat relevan dalam menjaga aset demografi Indonesia melalui beberapa langkah konkret:
- Penguatan ketahanan keluarga dan pendidikan karakter.
- Integrasi kurikulum pendidikan anti-narkoba di sekolah.
- Pembentukan Satuan Karya (Saka) Pramuka Anti Narkoba.
- Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
“Perang terhadap narkotika (War on Drugs for Humanity) bukan hanya persoalan penegakan hukum semata, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan untuk menyelamatkan masa depan bangsa dan dunia,” tegas Jenderal Bintang Dua tersebut.














