BERITAACUAN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaporkan perkembangan ekonomi awal tahun yang menunjukkan tren kenaikan harga. Pada Januari 2026, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan inflasi tahun ke tahun (year-on-year) sebesar 3,95 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,44.
PLT Kepala Bagian Umum BPS Babel, Oktarizal menyampaikan bahwa selain inflasi tahunan, secara bulanan (month-to-month) Bangka Belitung juga mengalami inflasi sebesar 0,28 persen.
Menurut dia, terdapat perbedaan komoditas yang memicu inflasi jika dilihat dari skala waktu tahunan dan bulanan. Andil Inflasi Tahunan (y-on-y): Disumbang utamanya oleh kenaikan tarif listrik, harga emas perhiasan, serta komoditas laut yaitu cumi-cumi.
“Sedangkan Andil Inflasi Bulanan (m-to-m): Dipengaruhi secara dominan oleh sektor perikanan, khususnya ikan tenggiri, ikan selar, dan cumi-cumi,” jelas Okto.
Data BPS menunjukkan fluktuasi harga di berbagai kabupaten/kota di Bangka Belitung memiliki besaran yang berbeda-beda. Kabupaten Bangka Barat menjadi wilayah dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi.
Berikut rincian perkembangan inflasi di 4 wilayah pantauan:
Wilayah Inflasi Tahunan (y-on-y) Inflasi Bulanan (m-to-m)
Kabupaten Bangka Barat 5,36% 0,36%
Kota Pangkalpinang 3,69% 0,11%
Tanjung Pandan 3,29% 0,81%
Kabupaten Belitung Timur 3,09% 0,03%
Meskipun Bangka Barat memimpin secara tahunan, Tanjung Pandan justru mengalami lonjakan harga bulanan yang paling signifikan dibandingkan wilayah lainnya, yakni sebesar 0,81 persen dalam satu bulan terakhir. (Beritaacuan.com/ Wandi)














