BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan BEKISAH (Babel Ekonomi Syariah) ke-6 sebagai instrumen strategi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran ekosistem syariah diyakini mampu menjadi pilar baru bagi pendapatan asli daerah (PAD) serta penguatan sektor UMKM.
Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang, Agustu Effendi , menyatakan bahwa BEKISAH bukan sekadar agenda seremoni tahunan, melainkan ruang produktif bagi para pelaku usaha.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, Agustu mendorong agar intensitas kegiatan seperti BEKISAH ditingkatkan.
Ia berharap forum ekonomi ini tidak hanya diadakan satu tahun sekali, melainkan bisa dilaksanakan secara berkala demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Kegiatan ini sudah memasuki tahun keenam dan merupakan program yang sangat bagus. Kalau bisa, jangan hanya setahun sekali, tapi bisa tiga bulan sekali. Ini penting untuk terus mengembangkan potensi ekonomi kita secara konsisten,” ujar Agustu saat menghadiri acara tersebut, Jumat (24/4/2026).
Pemerintah Kota Pangkalpinang juga menyoroti pentingnya inklusivitas dalam ekonomi syariah. Agustu berharap ke depannya, akses untuk terlibat dalam kegiatan ini dibuka lebih luas bagi seluruh pelaku usaha kecil di Kota Beribu Senyuman.
“Harapan ke depan, kegiatan ini tidak hanya melibatkan pedagang tertentu saja, tapi seluruh UMKM di Pangkalpinang bisa terlibat langsung dalam ekosistem ekonomi syariah ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agustu menilai bahwa penguatan sektor ekonomi syariah akan berdampak linier terhadap peningkatan PAD Kota Pangkalpinang. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pembinaan UMKM yang lebih terarah melalui dinas terkait serta perluasan kolaborasi pada ekosistem halal.
“Ke depan, kami mengharapkan adanya kolaborasi yang lebih kuat terkait pengembangan halal dan pembinaan UMKM melalui dinas terkait. Dengan ekosistem yang terbangun secara konsisten, ini akan menjadi potensi besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” tuturnya.














