BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pilar ekonomi daerah melalui pengembangan Babel ekonomi dan keuangan syariah (Bekisah) yang diadakan oleh Bank Indonesia Babel.
Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Eko Kurniawan , dalam acara forum BEKISAH ke-6 .
Dalam berbagai hal, Eko menekankan bahwa ekonomi syariah bukan sekedar alternatif, melainkan motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Negeri Serumpun Sebalai.
Melalui inisiatif BEKISAH, Pemprov Babel mendorong pembangunan ekosistem syariah yang kuat melalui tiga langkah nyata Digitalisasi Wakaf: Pengembangan skema wakaf produktif berbasis teknologi. Kemandirian Ekonomi Pesantren Penguatan bisnis pesantren melalui pembentukan Koperasi Pesantren (Hebitren). Sertifikasi Halal: Perluasan ekosistem halal melalui kerja sama strategi antara Pemprov Babel dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
“Kita harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat transformasi ekonomi, memperluas akses keuangan syariah, serta meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun global,” ujar Eko Kurniawan.
Eko menambahkan bahwa keberhasilan visi ini sangat bergantung pada sinergi kolektif. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari Bank Indonesia, lembaga keuangan, dunia usaha, hingga akademisi —untuk berkolaborasi aktif.
“Diperlukan sinergi yang kuat untuk menjadikan Bangka Belitung sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” lanjutnya.
Penyelenggaraan BEKISAH ke-6 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan promosi yang efektif bagi masyarakat luas. Eko berharap forum ini melahirkan ide-ide inovatif serta kompetisi yang sehat guna membangun perekonomian daerah yang lebih adil.
Sebagai penutup, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap langkah ini dapat bermanfaat bagi kemajuan umat dan bangsa.














