BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG- Lempah Kuning “Daun Simpur” industri kuliner lokal hadir di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hadir Berlokasi strategis di kawasan Jalan A. Yani, tempat makan ini menghadirkan perpaduan keaslian citra rasa khas Bangka dengan nuansa estetika rumah kayu tradisional yang dipadukan dengan konsep modern.
Filosofi Nama dan Konsep Unggulan
Pengelola Lempah Kuning Daun Simpur, Bang Adi, mengungkapkan bahwa nama “Daun Simpur” telah ia simpan dan persiapkan sejak sembilan tahun lalu. Nama ini diambil karena memiliki makna filosofis yang kuat.
“Daun Simpur bukan sekadar daun, melainkan sebuah kisah. Daun ini kuat, tahan lama, dan bisa tumbuh di mana saja. Secara tradisional, daun simpur berfungsi sebagai wadah pembungkus makanan dan memberikan aroma khas yang wangi jika dipadukan dengan sajian seperti ikan bakar atau ayam goreng,” ujar Bang Adi.
Sementara itu, Bang Agus selaku salah satu pemilik (owner) menambahkan bahwa penamaan ini bertujuan untuk mengangkat kearifan lokal Bangka sekaligus memperkenalkan daun simpur ke khalayak luas.
Lempah Kuning Daun Simpur menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda melalui konsep open kitchen(dapur terbuka). Pengunjung dapat langsung melihat proses pengolahan masakan yang higienis, terjamin kebersihannya, serta menggunakan bahan-bahan dan rempah-rempah yang segar (fresh).
Keberagaman Menu dan Aksesibilitas Harga
Selain menyajikan Lempah Kuning khas Bangka, rumah makan ini menawarkan puluhan variasi menu, di antaranya:
- Olahan Laut & Ikan: Lempah kuning, lempah mangut baung, mangut pari, pindang baung asap (salai), serta olahan udang bakar dan udang tepung.
- Sayuran Khas: Tumis jamur kulat kelawan memasak santan, tumis kembang pepaya (kembang katis), daun singkong (pucuk ubi), dan kangkung.
- Menu Pelengkap & Kedai Kopi: Untuk memberi alternatif bagi pengunjung yang tidak mengonsumsi ikan, tersedia Soto Betawi, sup iga, nasi goreng, serta olahan ayam. Tempat ini juga dilengkapi coffee shop dengan menu andalan Kopi Gula Kabung (Gula Aren).
Untuk menjaga harga tetap terjangkau oleh semua kalangan di tengah kondisi ekonomi saat ini, Lempah Kuning Daun Simpur menerapkan sistem penjualan ikan per ons. Pengunjung dapat menikmati hidangan mulai dari harga Rp20.000 hingga Rp25.000-an, lengkap dengan fasilitas gratis nasi dan lalapan sepuasnya.
Pemberdayaan 99% Tenaga Kerja Lokal
Kehadiran Lempah Kuning Daun Simpur turut memberikan dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja di Bangka Belitung. Saat ini, usaha ini mempekerjakan sekitar 50 orang karyawan, di mana 99 persen di antaranya merupakan tenaga kerja lokal yang berasal dari Pangkalpinang, Toboali, Bangka Barat, dan Bangka Tengah.
“Kami menjadikan tempat ini sebagai wadah pemberdayaan. Bagi mereka yang belum memiliki keahlian (skill), kami latih dan bina hingga bisa dan mahir,” tutur Bang Adi.
Apresiasi dan Dukungan Wali Kota Pangkalpinang
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin (Prof. Udin), memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pembukaan Lempah Kuning Daun Simpur. Selain membantu menggerakkan roda ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), usaha ini dinilai berkontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran.
“Pemerintah Kota Pangkalpinang sangat mengapresiasi pelaku usaha yang membangun sektor kuliner berbasis kearifan lokal (local wisdom) seperti ini. Selain menyerap puluhan tenaga kerja lokal, kami dari Pemkot juga siap memfasilitasi program pelatihan berkala—seperti pelatihan barista di Dinas Tenaga Kerja—agar para pekerja semakin profesional,” jelas Prof. Udin saat berkunjung.














