BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG – Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Edi Nasapta menegaskan sejumlah tuntuntan yang diperjuangkan para mahasiswa merupakan tujuan-tujuan kerja DPRD Babel sebagai wakil rakyat yang sungguh-sungguh di dengar dan di kerjakan oleh semua anggota DPRD sebagai tanggung jawab atas suara rakyat yang ada di Bangka Belitung.
Itu disampailan politisi NasDem asal Belitung itu ketika menerima aspirasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) “Kerakyatan” Bangka Belitung yang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Babel, Jumat kemarin.
Namun sebagai penyelenggara negara dan pemerintahan daerah juga saat ini mengalami kesulitan yang sama karena APBD dalam keadaan yang sangat terbatas saat kami membahas anggaran dan postur anggaran karena memang anggarannya tidak ada.
“Maka kita hanya bisa berdoa, berusaha, dan mencari komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat karena bagaimana pun kami DPRD juga harus tunduk kepada Undang-Undang,” jelas Edi.
Sementara, Ketua Koordinator Aliansi BEM “Kerakyatan”, Sanjai Saputra mengatakan mereka mahasiswa menuntut transparansi dan evaluasi tata kelola pemerintahan dari penggunanya anggaran, kebijakan yang berpihak ke masyarakat, pengesahan regulasi yang pro rakyat dan penolakan pembangunan PLTN di Pulau Gelasa sebelum ada kajian yang komprehensif dan partisipatif.
Selain itu mahasiswa juga menuntut pemenuhan kewajiban perusahaan – perusahaan yang beroperasi di Bangka Belitung untuk melaksanakan kewajibannya seperti hak karyawan dan plasma 20% untuk masyarakat.
Pemerataan akes layanan kesehatan, pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah di Laut Desa Beriga Kabupaten Bangka Selatan, juga peningkatan kesejahteraan guru sebagai upaya pembangunan daerah yang berkeadilan.
“Keadilan untuk guru, tolak PLTN, segera cabut IUP PT Timah di Desa Batu Beriga dan gaji para guru honorer yang sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun itu kami harapkan dan menjadi bagian dari tuntutan kami hari ini,” ujarnya.
Puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa ini berasal dari tiga perguruan tinggi yang ada di Pulau Bangka yakni, Universitas Muhammadiyah, IAIN SAS Bangka Belitung dan Universitas Anak Bangsa.















