BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG- Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan melaksanakan pemotongan hewan kurban, Kamis 28/5/2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan serta kepedulian di lingkungan internal lembaga legislatif tersebut.
Sekretaris DPRD Babel, Dedy Apriandy, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya menyiapkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing untuk dikurbankan.
Kedua hewan tersebut nantinya akan didistribusikan kepada internal DPRD Babel, meliputi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, serta PPPK paruh waktu.
“Pemotongan hewan kurban akan kita laksanakan Kamis ini. Untuk tahun ini ada satu ekor sapi dan satu ekor kambing yang akan kita sembelih. Daging yang sudah disembelih didistribusikan ke internal dan kami juga akan berbagi daging kurban untuk warga sekitar kantor DPRD Babel,” ujar Dedy kepada wartawan, di Gedung DPRD Babel, Senin (25/5).
Dedy menerangkan, satu ekor sapi yang akan dikurbankan merupakan bantuan dari PT Timah, sementara satu ekor kambing berasal dari partisipasi sesama ASN DPRD Babel .
Kolaborasi ini dinilai sebagai bentuk sinergi yang baik antara pihak eksternal dan internal dalam mendukung kegiatan sosial keagamaan.
Menurut Dedy, meskipun skala kegiatan tidak besar, namun makna yang terkandung dalam ibadah kurban jauh lebih penting.
Ia menekankan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan momentum untuk menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Yang utama bukan jumlahnya, tetapi nilai yang ingin kita bangun. Semangat berbagi dan kebersamaan itulah yang menjadi inti dari pelaksanaan kurban ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan AntarPegawai di lingkungan DPRD Babel.
Dengan adanya pembagian daging kurban kepada seluruh unsur internal, diharapkan tercipta rasa kebersamaan dan saling menghargai di tengah dinamika pekerjaan yang ada.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa lembaga pemerintahan tidak hanya berperan dalam menjalankan fungsi administratif dan legislasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun nilai-nilai sosial dan spiritual di lingkungannya.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua, baik yang berkurban maupun yang menerima. Ini juga menjadi pengingat bahwa berbagi tidak harus menunggu berlebih, tetapi bisa dimulai dari niat dan kebersamaan,” tutupnya.















