BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Bangka menyatakan dukungan penuh terhadap usulan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk membentuk tim terpadu guna menyatukan tata kelola dan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit.
Ketua Apkasindo Bangka, Jamaluddin , menilai kehadiran tim terpadu yang melibatkan unsur pemerintah, kejaksaan, dinas terkait, hingga asosiasi akan menciptakan sistem yang lebih transparan dan adil bagi petani maupun pihak pabrik.
Jamaluddin menekankan bahwa petani siap mengikuti aturan utama yang berlaku, terutama terkait kualitas buah. Ia menyambut dengan baik jika tim terpadu ikut mengawasi proses penyortiran atau grading di pabrik.
“Ini kan unsurnya lengkap; ada asosiasi, kejaksaan, dan dinas. Kalau petani melanggar atau kualitas buahnya tidak sesuai, ya sederhana saja, ditolak. Kami siap bermain fair . Tim grading juga pasti tahu standarnya, jadi kalau memang harus ditolak, silakan ditolak,” ujar Jamaluddin di Ruang Banmus DPRD Babel, Kamis (23/4/2026) kemarin.
Terkait mencerminkan harga sawit, Jamaluddin menyatakan kepuasannya atas hasil RDP yang menguraikan langkah penyelesaian jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu poin krusial adalah program pemberdayaan kemitraan.
Menurutnya, kemitraan antara petani dan perusahaan merupakan kunci agar harga TBS tetap stabil dan tidak merugikan petani saat terjadi dinamika pasar.
“Penyelesaiannya ada jangka pendek dan jangka panjang seperti kemitraan. Ini sangat mendukung supaya ke depan harga tetap stabil dan keluh kesah petani bisa teratasi secara kontinu,” tambahnya.
Selain masalah harga, Apkasindo Bangka juga menyoroti pentingnya hilirisasi melalui pembangunan pabrik pengolahan minyak goreng atau kilang di Bangka Belitung. Jamaluddin melihat potensi besar pada perusahaan yang sudah memiliki ekosistem yang kuat, seperti grup Sinarmas.
“Kalau bicara soal persiapan kilang ke depan, saya rasa Sinarmas yang paling siap, baik dari sisi bahan baku maupun pendanaan. Mereka punya kekuatan besar untuk membangunnya di sini,” ungkapnya.
Melalui langkah-langkah strategi ini, Apkasindo berharap silaturahmi dan koordinasi antara legislatif, eksekutif, dan pelaku industri sawit terus terjaga demi kesejahteraan petani sawit di Bangka Belitung.














