BERITAACUAN.COM. Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Narulita Sari, menyampikan kekecewaannya terhadap pihak pengelola salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Bangka.
Hal ini dipicu oleh sikap tidak kooperatif pimpinan Ponpes di tengah mencuatnya dugaan kasus perundungan (bullying) santri yang kini sedang viral.
Kekecewaan tersebut memuncak saat Komisi IV DPRD Babel melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kejadian. Namun, rombongan dewan bersama perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) gagal menemui pengambil kebijakan tertinggi di pesantren tersebut.
Narulita Sari menyayangkan ketidakhadiran pimpinan Ponpes saat pihaknya mencoba melakukan klarifikasi. Menurutnya, ini menunjukkan kurangnya komitmen pesantren dalam menyelesaikan masalah.
“Dua kali pihak Kementerian Agama dan kami dari Komisi IV datang ke sana, hanya diterima oleh staf pimpinan saja. Kami merasa kecewa, kenapa saat kasus penganiayaan ini sedang viral pimpinan justru tidak berada di tempat,” tegas Narulita.
Narulita juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan internal pesantren. Kasus ini diduga bermula dari kegiatan “pendisiplinan” atau penertiban yang dilepas begitu saja tanpa pendampingan tenaga pendidik.
“Anak-anak ini masih di bawah umur dan dititipkan untuk dididik, bukan untuk mendidik. Fokus kami adalah mengapa dalam kegiatan penertiban tersebut tidak ada pendampingan dari ustaz,” ujarnya.
Selain ketiadaan tenaga pendamping, minimnya fasilitas keamanan seperti CCTV dan ketidakjelasan aturan (SOP)mengenai sanksi bagi pelaku bullying memperparah situasi di lingkungan pesantren tersebut.
Narulita Sari menegaskan bahwa pihak pesantren tidak boleh “cuci tangan” dan hanya menyerahkan masalah ini kepada pelaku dan korban yang sama-sama masih di bawah umur.
Sebagai langkah lanjut, Komisi IV DPRD Babel mendorong Kementerian Agama untuk mengambil tindakan tegas.
“Kami memberikan masukan kepada Kemenag untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Perlu digali informasi lebih dalam karena ditemukan berbagai indikasi pelanggaran yang serius,” tutup Narulita.















