BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG-Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Irjen Pol Viktor Sihombing, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberantas praktik penambangan ilegal dan penyelundupan timah di wilayahnya. Meski penindakan sejumlah kasus telah berjalan sebelum pidato kenegaraan Presiden, Kapolda menyebut arahan Presiden menjadi amunisi semangat baru bagi aparat di lapangan.
Irjen Pol Viktor Sihombing mengungkapkan bahwa langkah-langkah pengungkapan kasus tambang ilegal dan penyelundupan sejatinya sudah dilakukan secara berkelanjutan oleh Polda Babel melalui Ditreskrimsus.
“Arahan Presiden dalam pidato kenegaraan memberikan motivasi tambahan untuk menyatukan visi dan misi antarinstansi. Meminimalkan potensi kebocoran komoditas tambang guna mendongkrak pemasukan dan pendapatan keuangan negara,” jelas Viktor, Jumat.
Pola penindakan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung memiliki tingkat kesulitan tersendiri akibat dinamika lapangan dan kondisi wilayah yang amat luas. Perbedaan Karakter Wilayah dimana Modus operandi kejahatan di Pulau Bangka berbeda dengan yang terjadi di Pulau Belitung, terutama untuk jalur laut. Sementara itu Luas Wilayah Kondisi geografis perairan dan kepulauan yang membentang luas menjadi tantangan utama yang membutuhkan kecermatan pengawasan.
Menghadapi luasnya wilayah dan kompleksnya modus para pelaku, Kapolda menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga. Pengungkapan kasus yang berhasil dilakukan saat ini merupakan buah dari koordinasi intensif bersama Satgas Tambang Ilegal dan TNI Angkatan Laut.
Langkah kolaboratif ini akan terus ditingkatkan untuk menutup rapat celah jalur penyelundupan di wilayah perairan Babel. Melalui rilis resmi ini, Polda Babel juga menyampaikan peringatan keras kepada para pelaku maupun jaringan tambang ilegal agar segera menghentikan seluruh tindakan melanggar hukum tersebut.














