BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat sebanyak 34 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Bangka Belitung sepanjang bulan Agustus ini.
Plt Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, mengungkapkan bahwa titik-titik kebakaran yang terpantau melalui peta Sebaran Titik Panas (Hotspot) memiliki tingkat intensitas dari skala sedang hingga tinggi (kuning hingga merah).
“Kondisi saat ini kalau kita lihat di titik-titik yang ada, intensitasnya cukup lumayan. Masih terjadi kebakaran, tercatat ada 34 kejadian kebakaran sepanjang bulan ini,” ujar Agus Afandi.
Agus menjelaskan bahwa angka 34 kejadian tersebut merupakan akumulasi peristiwa yang terjadi di berbagai daerah, di mana beberapa lokasi di antaranya mengalami kejadian karhutla secara berulang.
Berdasarkan hasil pantauan peta kebencanaan BPBD, wilayah bagian barat Bangka Belitung menjadi area yang paling rawan dan mendominasi sebaran titik panas. Sebagian besar titik kebakaran terdeteksi berada di kawasan perkebunan dan jauh dari area pusat perkotaan.
“Kalau kita lihat dari peta, posisi sebelah barat yang agak banyak, rata-rata berada di daerah perkebunan. Indikasinya bisa jadi disebabkan oleh aktivitas pembukaan lahan atau kegiatan sejenisnya,” jelasnya.
Menanggapi fenomena tersebut, BPBD Babel melayangkan imbauan tegas kepada masyarakat dan para pelaku usaha perkebunan agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Metode pembakaran lahan dinilai sangat berisiko tinggi memicu kebakaran skala besar yang sulit dikendalikan, terlebih dengan adanya keterbatasan personel dan armada pemadam kebakaran di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
“Kami mengimbau masyarakat jangan membiasakan membuka lahan dengan cara membakar. Pada kondisi cuaca saat ini, api sangat sulit dikendalikan. Jangan sampai aktivitas pembukaan lahan justru menimbulkan bencana bagi daerah kita,” tegas Agus.
Selain memantau potensi karhutla, fasilitas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Babel juga terus siaga mengawasi potensi bencana alam lainnya di Bangka Belitung, seperti angin puting beliung dan banjir, serta terhubung dengan sistem pemantauan bencana nasional.