BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG — Situasi di Belitung pasca-aksi demonstrasi penambang di kantor operasional PT Timah dipastikan mulai kondusif. Penjabat Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis yang melanggar hukum.
Gubernur menjelaskan bahwa langkah cepat kepolisian turut membantu meredam potensi konflik agar tidak meluas ke daerah lain.
“Belitung sementara kondusif, aman, tentram, berkat Pak Kapolda kemarin ditinjau dan dikendali. Mudah-mudahan kejadian Belitung cukup kita kunci di situ, jangan merembet ke yang lain. Hari ini kita pantau semuanya,” ujar Hidayat Arsani.
Menanggapi tuntutan masyarakat terkait penetapan harga bijih timah sebesar Rp200.000 per kilogram yang berlaku serentak di wilayah Bangka Belitung, pemerintah daerah berjanji akan terus mendorong pihak manajemen perusahaan agar memperhatikan kesejahteraan warga lokal.
“Diminta rakyat timah harga Rp200.000 dan berlaku untuk seluruh Bangka Belitung. Kita tekan terus manajemen bagaimana menyejahterakan rakyat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari masyarakat hingga jajaran pejabat daerah, untuk mengedepankan jalur musyawarah dalam menyelesaikan polemik pertambangan ini.
“Warga saya imbau jangan anarkis, jangan melawan hukum. Di sana ada Bupati, ada Ketua Dewan, ada Polres, ada Danrem. Mari duduk bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada di Bangka Belitung ini,” tutupnya.