Cegah Stunting di Babel, Menteri BKKBN Terjunkan Program Genting dan Gandeng BUMN Bantu Rumah Layak Huni

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji melalukan rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Setelah sebelumnya meninjau Bangka Tengah, peninjauan kini berfokus di Kota Pangkalpinang untuk memastikan intervensi langsung bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), BKKBN memprioritaskan penanganan pada sektor sanitasi, akses air bersih, hingga perbaikan kualitas hunian bagi keluarga yang memiliki balita atau berada dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Ukuran keberhasilan penanganan stunting itu ada di 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kalau balita usia di bawah dua tahun tertangani dengan baik, insya Allah selamat dari stunting. Sebab jika sudah terlanjur stunting, yang bisa disembuhkan secara medis hanya sekitar 20 persen. Karena itu, pendekatan pencegahan sebelum terjadi stunting harus kita berikan solusinya, termasuk masalah hunian,” ujar Menteri BKKBN saat meninjau tiga lokasi sasaran di Pangkalpinang.

Untuk mempercepat bantuan tanpa terhambat aturan birokrasi anggaran negara, BKKBN menggandeng pihak swasta, BUMN, hingga sektor perbankan sebagai orang tua asuh. Salah satunya adalah PT Timah yang langsung menyalurkan bantuan fisik kepada warga penerima manfaat tanpa melalui perantara kementerian.

Skema orang tua asuh ini dinilai menjadi solusi cepat bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana namun terbentur kelengkapan administrasi seperti sertifikat tanah, yang kerap menjadi kendala pencairan APBN maupun APBD.

“Saya pernah jadi kepala daerah, jadi paham betul kalau pakai APBN atau APBD syaratnya rumit, harus ada sertifikat dan sebagainya. Tapi masa gara-gara tidak ada sertifikat lalu negara tidak hadir? Tentu tidak adil. Lewat program orang tua asuh, syaratnya lebih fleksibel namun bantuan tetap tepat sasaran,” tegasnya.

Secara nasional, BKKBN menargetkan pencapaian program orang tua asuh menyasar 1 juta Keluarga Risiko Stunting pada tahun ini. Hingga pertengahan tahun, realisasi program telah menembus lebih dari 50 persen, mencakup bantuan fisik perbaikan gizi dan hunian, hingga edukasi non-fisik bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Kedua Fasilitasi HKI, Disparbudkepora Dorong Pegiat Kreatif Melek Hak Cipta
Seru! ASN Perempuan di Pemprov Babel Ikuti Lomba Penalti Futsal peringati Haornas 2026
Dua Perda Resmi Disahkan untuk Dorong Ekonomi dan Tata Kelola di Bangka Belitung
Polwan Polda Babel dan Jajaran Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Minum dan Air Bersih
Salurkan Bantuan Rp570,8 Juta untuk Korban Gempa Flores, Babel Perkuat Solidaritas dengan NTT
Pelantikan JPT di Pemprov Bangka Belitung Terapkan Manajemen Talent
Polda Babel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Hasil Pengungkapan Tiga Bulan, 220 Ribu Jiwa Diselamatkan
Pj Sekda Lantik Kepala OPD di Pemprov Babel, Ini Nama yang Dilantik

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:35 WIB

Hari Kedua Fasilitasi HKI, Disparbudkepora Dorong Pegiat Kreatif Melek Hak Cipta

Jumat, 11 September 2026 - 20:31 WIB

Seru! ASN Perempuan di Pemprov Babel Ikuti Lomba Penalti Futsal peringati Haornas 2026

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Dua Perda Resmi Disahkan untuk Dorong Ekonomi dan Tata Kelola di Bangka Belitung

Kamis, 10 September 2026 - 20:58 WIB

Polwan Polda Babel dan Jajaran Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Minum dan Air Bersih

Kamis, 10 September 2026 - 18:41 WIB

Salurkan Bantuan Rp570,8 Juta untuk Korban Gempa Flores, Babel Perkuat Solidaritas dengan NTT

Berita Terbaru