BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG – Komoditas hasil hutan bukan kayu asal Kepulauan Bangka Belitung kembali mencatatkan prestasi di pasar internasional. Sebanyak 2.935 kilogram daun manggis kering asal Pangkalpinang berhasil diekspor ke Inggris dengan nilai sekitar Rp146 juta, setelah memenuhi seluruh persyaratan karantina dan kesehatan tumbuhan yang ditetapkan negara tujuan.
Ekspor tersebut difasilitasi Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel). Sebelum diberangkatkan, petugas melakukan pemeriksaan administratif dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh guna memastikan komoditas bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memenuhi persyaratan fitosanitari internasional.
Setelah seluruh tahapan dinyatakan lolos, Karantina Babel menerbitkan Sertifikat Fitosanitari (Phytosanitary Certificate) sebagai dokumen resmi yang menjadi syarat utama pengiriman komoditas ke luar negeri.
Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung, Herwintarti, mengatakan ekspor ini menjadi bukti bahwa komoditas asal Bangka Belitung semakin memiliki daya saing di pasar global, termasuk produk nonkonvensional yang bernilai ekonomi tinggi.
“Hingga Juni 2026, Karantina Kepulauan Bangka Belitung telah memfasilitasi ekspor sebanyak 4.471 kilogram daun manggis kering ke Inggris. Selain itu, sebanyak 826 kilogram daun ketapang kering juga telah dikirim ke Polandia, Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman. Hal ini menunjukkan bahwa komoditas hasil hutan bukan kayu dari Bangka Belitung semakin diminati oleh pasar internasional,” ujar Herwintarti dikutip
Ia menegaskan, Karantina Babel terus berkomitmen memberikan pelayanan karantina yang cepat, profesional, dan terpercaya guna mendukung peningkatan ekspor nasional. Melalui penerapan tindakan karantina sesuai standar internasional, setiap komoditas dipastikan memenuhi persyaratan negara tujuan sekaligus menjaga keamanan hayati Indonesia.
Menurut Herwintarti, keberhasilan ekspor daun manggis kering ini juga menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi komoditas unggulan Bangka Belitung mulai menunjukkan hasil positif. Kondisi tersebut diharapkan mampu mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses ke pasar ekspor secara berkelanjutan.
Selain membuka peluang pasar yang lebih luas, pelayanan karantina yang optimal juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Dengan semakin banyak komoditas lokal yang menembus pasar internasional, daya saing produk asal Bangka Belitung di tingkat global pun diharapkan terus meningkat.















