BERITAACUAN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersiap menggelar kembali perhelatan Bangka Belitung Ekonomi Keuangan Syariah (Bekisah) 2026. Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, agenda ini menjadi bukti komitmen jangka panjang BI dalam mengoptimalkan potensi ekonomi syariah di Negeri Serumpun Sebalai.
Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah adalah proses berkelanjutan yang memerlukan konsistensi.
“Potensi kita luar biasa, terutama dengan mayoritas penduduk Bangka Belitung yang muslim. Ini adalah modal besar yang harus kita kelola bersama untuk mewujudkan ekosistem ekonomi syariah yang tangguh,” ujar Rommy.
Meski pasar syariah menjanjikan, Rommy mengakui tantangan besar masih ada, terutama dalam memperkuat institusi keuangan syariah di tengah dominasi model ekonomi konvensional. Sebagai langkah serius, BI telah mengoperasikan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) untuk mengawal kebijakan ini dari tingkat nasional hingga regional.
Salah satu fokus utama tahun ini adalah penguatan mata rantai ekosistem halal melalui ketersediaan Juru Sembelih Halal (Juleha). Bekerja sama dengan MUI dan LPPOM, BI telah memfasilitasi pelatihan bagi ratusan Juleha di seluruh kabupaten/kota di Babel.
“Tahun lalu ada sekitar 350 Juleha yang kami dukung. Tahun ini program tersebut terus berlanjut guna memastikan hulu dari produk pangan kita benar-benar terjamin kehalalannya,” tambah Rommy.
Penyelenggaraan Bekisah 2026 akan kembali dipusatkan di Masjid Kubah Timah, Pangkalpinang. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan; keberadaan masjid yang berdampingan dengan gereja dinilai sebagai simbol kuat toleransi dan persaudaraan di Bangka Belitung.
Jika tahun lalu masyarakat disuguhi tausiyah dari Ustaz Das’ad Latif, tahun ini Bekisah 2026 dijadwalkan menghadirkan penceramah kondang Ustaz Zacky Mirza.















