- BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG-Jalannya Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal sekaligus regenerasi kepemimpinan partai.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa Musda ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ajang krusial untuk memperkuat soliditas dan solidaritas kader di seluruh Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam arahannya, ia menerjemahkan tiga aspek penting yang menjadi instruksi langsung Ketua Umum demi merebut kembali kejayaan partai seperti pada Pemilu 2009 lalu.
“Aspek pertama adalah Rapatkan Barisan. Ini memiliki makna loyalitas. Kita ingat Demokrat pernah mau dibegal oleh seseorang, namun karena barisan kita kuat, solid, dan solider, kita mampu melawan upaya pembegalan itu. Kedua, Bangun Kekuatan dengan memperkuat struktur partai sesuai AD/ART mulai dari tingkat DPP, DPD, DPC, DPAC, hingga ranting dan anak ranting. Terakhir, Rebut Kemenangan, karena kemenangan tidak akan tiba dengan cuma-cuma. Kita harus punya strategi dan taktik yang matang untuk merebutnya,” ujar Herman Khaeron.
Menyikapi suksesi kepemimpinan di tingkat daerah, Ketua DPD Demokrat Babel sebelumnya, Rudi Kadarisman, menyatakan bahwa pihaknya sengaja mendorong dan memprioritaskan mekanisme aklamasi dalam pemilihan ketua yang baru. Menurutnya, langkah ini diambil untuk menghindari adanya perpecahan atau rasa kekecewaan di antara para kader pasca-Musda.
“Kenapa kita coba buat aklamasi menjadi prioritas? Kita ingin aklamasi menjadi bagian untuk memastikan tidak ada yang sakit hati dalam pemilihan nanti. Kalau voting dilakukan, ya boleh saja, tetapi kebersamaan jauh lebih utama,” jelas Rudi.
Lebih lanjut, Rudi menegaskan pentingnya pendelegasian kepemimpinan kepada generasi muda. Berkaca dari keberanian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tingkat pusat yang memberikan kepercayaan penuh kepada pemimpin muda, Rudi merasa sudah saatnya ia melakukan hal serupa di Bangka Belitung.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi secara terbuka memperkenalkan sosok pemuda yang dinilai siap menakhodai Demokrat Babel, yaitu Bustomi Lukas.
“Sebagai pemimpin, ketika saya tidak mampu mendelegasikan kepada anak muda, maka saya tidak berhasil. Di umur saya sekarang, atas dasar arahan Pak Sekjen, saya harus mampu memberikan kepercayaan kepada anak muda yang bisa bergerak lebih luas dan lebih berhasil. Sosok pemuda ini adalah Bapak Bustomi Lukas. Beliau baru berumur 39 tahun, tetapi punya semangat dan mimpi yang besar,” ungkap Rudi.
Rudi menambahkan, Bustomi Lukas dinilai memiliki visi politik yang jelas dan berani, termasuk kesiapannya untuk maju memperebutkan kursi di legislatif (DPR) maupun eksekutif (gubernur).
Komitmen nyata Bustomi dalam membesarkan partai juga dibuktikan secara konkret melalui rencana pembangunan infrastruktur partai. “Beliau membuktikan komitmennya dengan kesepakatan membangun kantor baru. Besok, kita akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor DPD Demokrat Babel yang berlokasi di dekat jalan airport (bandara). Itu komitmen awal yang membuat saya percaya kepada beliau,” pungkas Rudi.















