BERITAACUAN.COM – Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menegaskan pentingnya optimalisasi pengumpulan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di tingkat provinsi.
“Pengumpulan zakat, infak, dan sedekah ini harus dioptimalkan, bukan hanya dari ASN, tetapi juga menjangkau semua elemen, termasuk perusahaan swasta dan perbankan,” tutur Didit usai menerima audiensi dengan Baznas Babel.
Didit menjelaskan, potensi zakat di Bangka Belitung masih sangat besar, namun belum tergarap maksimal. Didit menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran BAZNAS, termasuk dari sisi dukungan anggaran.
“Ke depan, operasional BAZNAS insya Allah akan didukung oleh APBD Provinsi, sehingga tidak mengganggu dana zakat masyarakat,” jelas politisi PDI-P ini.
Dia menilai, langkah tersebut penting agar dana zakat yang dihimpun dapat sepenuhnya disalurkan kepada mustahik masyarakat yang berhak menerima, khususnya kaum fakir dan miskin.
“Zakat ini harus benar-benar menyentuh masyarakat di bawah, terutama untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga membantu mereka yang terjerat pinjaman online dan rentenir,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa pengumpulan zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih perlu ditingkatkan. Saat ini, skema zakat profesi sebesar 2,5 persen dari penghasilan telah diberlakukan, namun belum seluruhnya optimal.
“Bayangkan, ada sekitar 5.045 ASN. Kalau ini optimal, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” jelas Didit.
Ia pun mendorong agar BAZNAS aktif melakukan sosialisasi ke berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan memperluas jangkauan ke sektor swasta.















