BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merilis data terbaru mengenai performa perdagangan internasional lintas batas untuk periode April 2026. Kepala BPS Babel, Sugeng, menyampaikan bahwa nilai ekspor dan impor di wilayah tersebut mengalami dinamika yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada April 2026 tercatat sebesar US$121,81 juta. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 30,95 persen jika dibandingkan dengan capaian pada April 2025.
Penurunan total ekspor ini dipicu oleh melemahnya sektor andalan Babel, yaitu komoditas timah Realisasi Ekspor Timah (April 2026): US$87,06 juta. Perbandingan Year-on-Year (y-on-y): Mengalami penurunan sebesar 39,87 persen dibanding April 2025 yang kala itu mampu menembus angka US$144,77 juta.
Di sisi lain, aktivitas impor Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan tren yang berkebalikan. Khusus untuk bulan April 2026, nilai impor Babel berada di angka US$7,45 juta.
“Secara kumulatif, nilai impor sepanjang periode Januari hingga April 2026 telah menyentuh US$8,20 juta. Angka kumulatif ini melonjak tajam sebesar 172,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada Januari–April 2025 (cumulative-to-cumulative / c-to-c),” tutur Sugeng.
Meski kinerja ekspor mengalami kontraksi dan angka impor melonjak tajam, Sugeng menegaskan bahwa kondisi makro perdagangan Babel secara umum masih berada di zona aman.
“Neraca perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan April 2026 terpantau masih mengalami surplus sebesar US$114,36 juta,” ungkap Sugeng dalam keterangannya.
Surplus yang kuat ini terjadi karena nilai total ekspor bulanan Babel yang masih jauh lebih tinggi secara nominal dibandingkan dengan nilai impornya. Kendati demikian, penurunan ekspor komoditas utama seperti timah tetap memerlukan perhatian khusus dari para pemangku kebijakan daerah ke depan.














