BERITAACUAN.COM — Sekretaris Komisi II DPRD Bangka Belitung, Elvi Diana mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk lebih agresif melakukan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat serta perbankan. Langkah ini dinilai penting guna meningkatkan pemahaman terkait performa kredit yang berdampak langsung pada akses pembiayaan.
Menurut Elvi, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya menjaga riwayat kredit atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Padahal, catatan tersebut menjadi faktor utama dalam penilaian perbankan terhadap calon debitur.
“Harapan kita kepada OJK adalah harus melakukan literasi dan edukasi. OJK juga perlu meminta perbankan untuk mengedukasi nasabah akan pentingnya menjaga performa kredit atau SLIK mereka,” ujar Elvi.
Bacaan Lainnya
Gubernur Hidayat Arsani Sanjung Semangat Mahasiswa Suarakan Isu SosialSoal TBS, Didit Srigusjaya : Jangan Mainkan Petani Sawit!Aksi Masak Terasi Massal Siap Catat Rekor MURI
Ia menegaskan, rekam jejak pinjaman akan selalu melekat pada nasabah. Oleh sebab itu, kesadaran moral untuk memenuhi kewajiban pembayaran menjadi kunci dalam menjaga kesehatan sektor perbankan di daerah.
Elvi juga menyoroti rendahnya serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Babel yang diduga kuat dipengaruhi oleh kendala pada SLIK. Banyak masyarakat dinilai terhambat mengakses pembiayaan akibat riwayat kredit bermasalah, seperti gagal bayar atau kredit macet.
“Kalau menurut saya, mulailah OJK di Babel berbenah. Mengapa banyak sekali masyarakat kita terkendala pinjaman? Itu akibat aturan perbankan terkait catatan debitur yang mungkin pernah gagal bayar atau macet,” katanya.
Lebih lanjut, DPRD Babel meminta OJK tidak hanya berhenti pada tahap identifikasi masalah, tetapi segera mengambil langkah konkret. Salah satunya dengan menginstruksikan perbankan agar lebih proaktif dalam merapikan histori data debitur.
Langkah ini dinilai mendesak agar masyarakat yang memiliki potensi usaha tetap dapat mengakses pembiayaan tanpa terus terbebani oleh persoalan administratif di masa lalu. “Tidak perlu lagi mencari-cari akar masalahnya, langsung saja action. Minta perbankan untuk merapikan histori debitur-debiturnya agar akses keuangan masyarakat kembali terbuka,” tegasnya.
Dorongan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi masyarakat Babel.















