Cuaca Ekstrem Picu Tiang Listrik Roboh di Toboali, PLN Lakukan Pemulihan Cepat

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAACUAN.COM — Cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang dan peningkatan aktivitas petir menyebabkan gangguan pada jaringan distribusi listrik di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Satu tiang listrik pada jaringan tegangan menengah 20 kiloVolt (kV) dilaporkan roboh di Desa Gadung, mengakibatkan padamnya aliran listrik di sebagian wilayah.

Kondisi cuaca tersebut sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Bangka Belitung dalam beberapa hari terakhir.

Secara teknis, curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya dukung, sehingga meningkatkan risiko robohnya infrastruktur penopang jaringan listrik.

Pada saat yang sama, terpaan angin kencang serta aktivitas petir berpotensi memicu gangguan sistem distribusi, baik melalui kerusakan fisik maupun gangguan proteksi jaringan.

Manager PLN UP3 Bangka, Muhammad Taufik, mengatakan, tim PLN bergerak cepat begitu menerima laporan gangguan dari masyarakat. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan area, asesmen teknis, serta penanganan awal guna mempercepat pemulihan pasokan listrik.

“Penanganan dilakukan segera dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas. Dalam kondisi cuaca yang masih dinamis, seluruh proses perbaikan dijalankan sesuai standar operasional dan prosedur keselamatan ketenagalistrikan,” ujar Taufik.

Ia menjelaskan, proses pemulihan meliputi penggantian tiang listrik yang roboh serta penormalan jaringan distribusi. Meski dihadapkan pada kondisi medan yang licin dan potensi cuaca susulan, pekerjaan tetap dapat diselesaikan secara bertahap hingga aliran listrik kembali normal.

Kepala Desa Gadung, Nuskandar, mengapresiasi respons cepat yang dilakukan PLN dalam menangani gangguan tersebut. Menurut dia, kehadiran petugas di lapangan memberikan kepastian bagi masyarakat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

PLN menyatakan, gangguan kelistrikan pada saat cuaca ekstrem merupakan risiko yang tidak sepenuhnya dapat dihindari.

Hujan lebat, angin kencang, serta petir dapat menyebabkan pohon tumbang, pergeseran struktur tiang akibat tanah labil, hingga gangguan pada sistem proteksi jaringan. Dalam situasi tertentu, sistem pengaman akan bekerja memutus aliran listrik secara otomatis guna mencegah kerusakan yang lebih luas.

Seiring dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem, PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama tidak beraktivitas di dekat jaringan listrik yang terdampak dan segera melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau kanal resmi lainnya.

PLN menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan listrik melalui peningkatan kesiapsiagaan personel dan percepatan penanganan gangguan. Dalam kondisi cuaca ekstrem, kecepatan respons menjadi faktor penting untuk memastikan pasokan listrik dapat segera pulih dan kembali aman digunakan masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua DPRD Babel; Plasma 20 persen Perkebunan Kelapa Sawit adalah Perintah Undang-undang
Sambut HUT ke-36, JNE Hadirkan Kolaborasi Eksklusif dengan Semangat Kreatif “Melesat Hebat”
Hari Kedua Fasilitasi HKI, Disparbudkepora Dorong Pegiat Kreatif Melek Hak Cipta
Seru! ASN Perempuan di Pemprov Babel Ikuti Lomba Penalti Futsal peringati Haornas 2026
Dua Perda Resmi Disahkan untuk Dorong Ekonomi dan Tata Kelola di Bangka Belitung
Polwan Polda Babel dan Jajaran Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Minum dan Air Bersih
Salurkan Bantuan Rp570,8 Juta untuk Korban Gempa Flores, Babel Perkuat Solidaritas dengan NTT
Pelantikan JPT di Pemprov Bangka Belitung Terapkan Manajemen Talent

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Ketua DPRD Babel; Plasma 20 persen Perkebunan Kelapa Sawit adalah Perintah Undang-undang

Senin, 14 September 2026 - 18:53 WIB

Sambut HUT ke-36, JNE Hadirkan Kolaborasi Eksklusif dengan Semangat Kreatif “Melesat Hebat”

Jumat, 11 September 2026 - 20:35 WIB

Hari Kedua Fasilitasi HKI, Disparbudkepora Dorong Pegiat Kreatif Melek Hak Cipta

Jumat, 11 September 2026 - 20:31 WIB

Seru! ASN Perempuan di Pemprov Babel Ikuti Lomba Penalti Futsal peringati Haornas 2026

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Dua Perda Resmi Disahkan untuk Dorong Ekonomi dan Tata Kelola di Bangka Belitung

Berita Terbaru