BRIN Riset Integrasi Pertanian Cerdas Iklim di Lahan Pasca-Tambang Bangka Belitung

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAACUAN.COM. PANGKALPINANG-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan, akan melaksanakan penelitian mengenai integrasi pertanian cerdas iklim di lahan pasca pertambangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Riset ini difokuskan pada perumusan model integrasi pertanian dan strategi adaptasi penghidupan (livelihood) masyarakat yang dinilai efektif dalam memperkuat ketahanan pangan komunitas setempat.

Menurut Ketua Tim Peneliti, I Gusti Putu Ayu Mahendri, Provinsi Babel dipilih sebagai lokus penelitian karena wilayah ini memiliki karakteristik lahan, skala komunitas, tingkat kerentanan, dan potensi CSA (ClimateSmart Agriculture) yang berbeda.

“Studi dilakukan di dua wilayah yang memiliki lahan pascatambang yaitu Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Gusti Putu Ayu saat bertemu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Babel Kurniawan, dikutip dari website DPKP Babel.

Turut  mendampingi Kurniawan sejumlah pejabat terkait, termasuk para pejabat fungsional.

Dikutip dari abstrak penelitian, bahwa riset ini menggunakan pendekatan mixedmethods dengan pengumpulan data melalui survei rumah tangga, wawancara mendalam, focus group discussion, dan observasi lapangan.

Hasil penelitian ini diharapkan menghasilkan model integrasi CSAlivelihood adaptation yang kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan, serta menjadi dasar perumusan kebijakan dan strategi pengelolaan lahan pasca pertambangan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan sosial-ekonomi komunitas terdampak perubahan iklim.

Kepala DPKP Provinsi Babel, Kurniawan, menyambut baik riset perumusan model integrasi pertanian di lahan pasca-pertambangan demi mendongkrak ketahanan pangan masyarakat.

Sementara itu Pejabat Fungsional Mutu Pakan Ahli Madya DPKP Provinsi Babel, Gusva Yetti, mengungkapkan bahwa pemanfaatan lahan eks-tambang untuk penguatan ekonomi sejatinya telah berjalan, salah satunya dialokasikan sebagai padang penggembalaan ternak.

​”Pada tahun 2018, kita mendapat dana dari APBN untuk reklamasi lahan eks-tambang sebanyak 20 hektar di Belitung Timur (Beltim). Kemudian, ada tambahan 5 hektar lagi untuk perbaikan berikutnya lewat dana APBN di wilayah yang sama,” ujar Gusva Yetti.

Di luar program pemerintah, lanjut Gusva Yetti, peternak juga kerap memanfaatkan lahan eks-tambang timah untuk padang pengembalaan baik secara mandiri maupun lewat kerja sama dengan PT Timah Tbk.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Kedua Fasilitasi HKI, Disparbudkepora Dorong Pegiat Kreatif Melek Hak Cipta
Seru! ASN Perempuan di Pemprov Babel Ikuti Lomba Penalti Futsal peringati Haornas 2026
Dua Perda Resmi Disahkan untuk Dorong Ekonomi dan Tata Kelola di Bangka Belitung
Polwan Polda Babel dan Jajaran Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Minum dan Air Bersih
Salurkan Bantuan Rp570,8 Juta untuk Korban Gempa Flores, Babel Perkuat Solidaritas dengan NTT
Pelantikan JPT di Pemprov Bangka Belitung Terapkan Manajemen Talent
Pj Sekda Lantik Kepala OPD di Pemprov Babel, Ini Nama yang Dilantik
Tim PB Porprov VII Babel Mulai Periksa Keabsahan Dokumen Asli 2.187 Atlet

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:35 WIB

Hari Kedua Fasilitasi HKI, Disparbudkepora Dorong Pegiat Kreatif Melek Hak Cipta

Jumat, 11 September 2026 - 20:31 WIB

Seru! ASN Perempuan di Pemprov Babel Ikuti Lomba Penalti Futsal peringati Haornas 2026

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Dua Perda Resmi Disahkan untuk Dorong Ekonomi dan Tata Kelola di Bangka Belitung

Kamis, 10 September 2026 - 20:58 WIB

Polwan Polda Babel dan Jajaran Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Minum dan Air Bersih

Kamis, 10 September 2026 - 18:41 WIB

Salurkan Bantuan Rp570,8 Juta untuk Korban Gempa Flores, Babel Perkuat Solidaritas dengan NTT

Berita Terbaru