Utang Luar Negeri Indonesia Januari 2026 Terkendali, Rasio terhadap PDB Menurun

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iustrasi (Bank Indonesia)

Iustrasi (Bank Indonesia)

BERITAACUAN.COM -Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tercatat tetap terjaga di tengah dinamika ketidakpastian global. Total ULN Indonesia mencapai 434,7 miliar dolar AS atau tumbuh 1,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 sebesar 1,8 persen.

Pertumbuhan ULN tersebut terutama ditopang oleh sektor publik, khususnya pemerintah. ULN pemerintah tercatat sebesar 216,3 miliar dolar AS atau tumbuh 5,6 persen (yoy), sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung berbagai program prioritas serta masuknya modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

Pemerintah memastikan pengelolaan ULN dilakukan secara hati-hati, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung sektor-sektor strategis, seperti jasa kesehatan dan kegiatan sosial, administrasi pemerintahan, pendidikan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Selain itu, struktur ULN pemerintah didominasi oleh utang jangka panjang dengan porsi hampir seluruh total utang.

Di sisi lain, ULN swasta mengalami penurunan. Posisinya tercatat sebesar 193,0 miliar dolar AS pada Januari 2026, turun dari 194,0 miliar dolar AS pada Desember 2025. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 0,7 persen, lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama berasal dari perusahaan nonlembaga keuangan.

Meski demikian, ULN swasta masih terkonsentrasi pada beberapa sektor utama, seperti industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Sama seperti pemerintah, ULN swasta juga didominasi oleh utang jangka panjang.

Secara keseluruhan, struktur ULN Indonesia dinilai tetap sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang menurun menjadi 29,6 persen dari sebelumnya 29,9 persen. Selain itu, utang jangka panjang mendominasi dengan pangsa 85,6 persen dari total ULN.

Bank Indonesia bersama pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN guna menjaga stabilitas ekonomi. Ke depan, ULN akan tetap dioptimalkan sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk meminimalkan risiko terhadap perekonomian nasional.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kemarau Berkepanjangan, Polda Babel Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih di Desa Kemuja
Kapolda Irjen Pol Viktor Dengar Aspirasi BEM dan Aktivis Mahasiswa Se-Babel
Ketua DPRD Babel; Plasma 20 persen Perkebunan Kelapa Sawit adalah Perintah Undang-undang
Sambut HUT ke-36, JNE Hadirkan Kolaborasi Eksklusif dengan Semangat Kreatif “Melesat Hebat”
Hari Kedua Fasilitasi HKI, Disparbudkepora Dorong Pegiat Kreatif Melek Hak Cipta
Seru! ASN Perempuan di Pemprov Babel Ikuti Lomba Penalti Futsal peringati Haornas 2026
Dua Perda Resmi Disahkan untuk Dorong Ekonomi dan Tata Kelola di Bangka Belitung
Polwan Polda Babel dan Jajaran Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Minum dan Air Bersih

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Kemarau Berkepanjangan, Polda Babel Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih di Desa Kemuja

Selasa, 15 September 2026 - 16:33 WIB

Kapolda Irjen Pol Viktor Dengar Aspirasi BEM dan Aktivis Mahasiswa Se-Babel

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Ketua DPRD Babel; Plasma 20 persen Perkebunan Kelapa Sawit adalah Perintah Undang-undang

Senin, 14 September 2026 - 18:53 WIB

Sambut HUT ke-36, JNE Hadirkan Kolaborasi Eksklusif dengan Semangat Kreatif “Melesat Hebat”

Jumat, 11 September 2026 - 20:35 WIB

Hari Kedua Fasilitasi HKI, Disparbudkepora Dorong Pegiat Kreatif Melek Hak Cipta

Berita Terbaru