BERITAACUAN.COM.BANGKA SELATAN – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, meninjau langsung kondisi dermaga yang amblas di Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.
Peninjauan ini dilakukan bersama jajaran Dinas Perhubungan Babel dan sejumlah pihak terkait ini untuk memastikan kondisi fasilitas publik tersebut dan merumuskan langkah penanganan cepat.
Menurut Hidayat, meski dermaga mengalami kerusakan, aktivitas bongkar muat dan penurunan penumpang saat ini dinilai belum terlalu mengkhawatirkan dan masih bisa digunakan. Namun, ia menegaskan bahwa perbaikan total harus segera dilakukan demi keamanan jangka panjang.
“Peninjauan ini karena memang ada kejadian (amblas). Kondisinya belum memberatkan, masih bisa digunakan untuk turun, tapi ke depannya memang harus segera direhabilitasi,” ujar Hidayat di lokasi peninjauan.
Hidayat menekankan pentingnya Pelabuhan Sadai sebagai urat nadi logistik menuju Pulau Belitung. Jika pelabuhan ini sampai lumpuh total, pasokan barang dan mobilitas masyarakat akan terhambat, yang berujung pada terganggunya perekonomian daerah.
Pelabuhan Sadai merupakan jalur utama pasokan barang dan penyeberangan orang dengan volume tinggi menuju Belitung. Jika dermaga ini mati total, stabilitas ekonomi di Belitung dipastikan akan terganggu.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Gubernur telah berkoordinasi dengan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Cahyo, untuk menyiapkan skema darurat (emergency plan). Selain itu, pihak KSOP diminta memanggil operator kapal rute Jakarta-Belitung untuk menambah frekuensi pelayaran (trip) guna membackup pasokan selama masa transisi.
Terkait perbaikan fisik dermaga, Pemprov Babel memastikan tidak ada pengalihan aktivitas pelabuhan secara permanen. Pengalihan arus logistik hanya bersifat sementara selama proses pengerjaan berjalan, mengingat proses lelang proyek perbaikan sudah memasuki tahap akhir.
“Minggu depan sudah lelang, semua berkas sudah diklik (selesai). Mudah-mudahan berjalan sesuai jadwal,” kata Hidayat.
Di sisi lain, Gubernur memberikan dispensasi terbatas untuk aktivitas pelayaran saat ini demi menjaga distribusi komoditas krusial yang ada di dalam kapal, seperti avtur dan hasil tambak udang masyarakat yang nilainya sangat tinggi.
“Nanti saya minta ke Pak KSOP, Pak Cahyo, untuk tetap menyediakan emergency plan agar semuanya tetap aman,” pungkasnya.















