BERITAACUAN.COM. BANGKA – Kawasan Pantai Batu Ampar, Riding Panjang, Bangka, yang dahulunya riuh oleh aktivitas penambangan timah warga pada awal era 2000-an, kini perlahan bersolek menjadi hamparan hijau. Langkah restorasi ini kembali diperkuat melalui aksi kolaborasi Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Pengda Bangka Belitung bersama Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Babel.
Tepat pada Jumat (22/5/2026), puluhan alumni dan penggiat lingkungan turun ke pesisir pantai untuk menanam 2.000 bibit mangrove baru. Aksi ini menjadi kelanjutan dari proyek panjang pemulihan ekosistem yang sudah dicicil sejak tahun 2019 silam.
Ketua Kagama Babel sekaligus Ketua KKMD, Fery Aprianto, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Karakteristik lahan eks-tambang di Pantai Batu Ampar dinilai sangat pas untuk pertumbuhan ekosistem mangrove.
“Dulu tahun 2002 sampai 2005, di sini merupakan daerah tambang masyarakat. Kami mulai menanam dari 2019, dan sekarang hasilnya sudah berdampak positif bagi ekosistem. Hari ini, kita perluas lagi jangkauannya,” ujar Fery
Bagi Fery, memulihkan mangrove yang rusak adalah prioritas mutlak demi mendongkrak kualitas lingkungan hidup sekaligus roda ekonomi warga pesisir.















