BERITAACUAN.CO.ID, PANGKALPINANG – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menghadiri rapat penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit yang diselenggarakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel. Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD menekankan pentingnya pengawasan ketat pasca-penetapan harga guna melindungi kesejahteraan petani lokal.
Ketua DPRD Babel menegaskan bahwa penetapan harga tidak akan efektif tanpa pengawasan di lapangan. Beliau meminta Penjabat Gubernur untuk segera membentuk tim pengawasan terpadu yang melibatkan unsur aparat penegak hukum.
“Saya minta Bapak Gubernur membentuk tim pengawasan yang melibatkan unsur Kejati, Kapolda, dan DPRD untuk mengawal perjalanan harga ini. Semua pihak—baik pemegang DO, pengepul, maupun perusahaan—harus tahu ada sanksi jika terjadi pelanggaran,” tegas Ketua DPRD.
Selain tim pengawas, ia juga mendorong dibentuknya Posko Pengaduan di bawah naungan Disperindag dan Dinas Pertanian. Posko ini bertujuan sebagai wadah bagi petani untuk menyampaikan keluhan jika ditemukan permainan harga atau ketidaksesuaian timbangan di lapangan.
Langkah tegas ini diambil mengingat sektor pertanian menyumbang hampir 43% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bangka Belitung, angka yang kini berada di atas sektor pertambangan.
Menurut Ketua DPRD, fluktuasi harga yang tidak sehat di tingkat petani akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan kelesuan pasar secara umum. “Kita harus menjaga perusahaan agar tidak rugi, tapi kita juga harus menjaga petani agar tidak dizolimi. Kita harus fair,” tambahnya.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Bangka Belitung, Jamaluddin, menyambut baik inisiatif keterlibatan legislatif dan aparat penegak hukum. Ia merujuk pada keberhasilan pola serupa di daerah lain seperti Riau dalam menstabilkan harga.
“Kami menyambut baik fasilitasi ini. Selain soal harga, kami juga mengapresiasi adanya tawaran pembinaan bagi petani terkait teknik panen, pruning, hingga pemupukan agar kualitas rendemen kita terus meningkat,” ujar Jamaluddin.















