Hadiri Babel Explore 2026, Deputi Gubernur Bank Indonesia Sampaikan Hal Ini

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGKALPINANG — Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali, menyoroti pentingnya diversifikasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal untuk memperkuat ketahanan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan perhelatan Explore Babel ke-6 yang mengusung tema “Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Babel Berdaya dan Berkelanjutan”.

Ricky menilai tema tahun ini sangat tepat karena mencerminkan falsafah lokal Serumpun Sebalai, di mana keberagaman dipersatukan dalam satu tujuan. Menurutnya, potensi ekonomi daerah dapat menghasilkan dampak yang besar apabila seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, pelaku usaha, perbankan, komunitas, hingga masyarakat—bergerak secara selaras dan harmonis.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II/2026 tetap mencatatkan kinerja yang solid sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, ekonomi Bangka Belitung tumbuh sebesar 4,01% (yoy) dengan laju inflasi pada Juli 2026 yang terkendali di angka 2,62% (yoy), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional.

Meski capaian ini patut disyukuri, Ricky mengingatkan adanya pesan penting dari struktur pertumbuhan ekonomi Babel saat ini. Sektor konstruksi, penyediaan akomodasi, makan-minum, serta kinerja pertanian dan perdagangan—khususnya komoditas kelapa sawit dan perikanan—menjadi penopang utama. Di sisi lain, sektor pertimahan dan ekspor komoditas unggulan masih menghadapi tantangan tersendiri.

“Karena itu, diversifikasi dan peningkatan nilai tambah bukan lagi suatu pilihan, tapi merupakan suatu kebutuhan,” ujar Ricky, Jumat.

Lebih lanjut, Ricky menegaskan bahwa Bangka Belitung memiliki modal ekonomi yang sangat kuat, mulai dari kekayaan alam, potensi pariwisata, kreativitas masyarakat, hingga keberadaan lebih dari 132.000 UMKM. Berbagai produk lokal seperti olahan hasil laut, lada, kerajinan tangan, fashion, hingga tenun cual memiliki cerita dan identitas yang khas.

Tantangan utama saat ini, menurutnya, adalah mendorong agar potensi-potensi tersebut dapat naik kelas secara berkelanjutan.

“Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut naik kelas. Kualitasnya konsisten, kemasannya kuat, mudah dibayar secara digital, memperoleh pembiayaan, dan menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Target Operasi 2028, Pemprov Matangkan Realisasi Interkoneksi Kelistrikan Sumatera-Bangka Tahap II
Kanwil DJPb Babel Ajak Stakeholder Berperan Aktif Tingkatkan Kualitas Layanan
Digelar di OROM Sungailiat, 450 Atlet Ikuti Kerjurprov PBSI Bangka Belitung
Berkas P21, Ditreskrimsus Polda Babel Limpahkan Satu Tersangka Tipidkor Pengadaan MOT RSUP
BPS: Penumpang Udara dan Laut yang Datang ke Babel Naik pada Juli 2026
Kunjungan Wisnus Babel Juli 2026 Turun Tipis, Jumlah Tamu Menginap Justru Naik 3,81 Persen
Tingkat Pengangguran Terbuka Bangka Belitung Naik, Capai 4,21 Persen
Begini Modus Penyelundupan 15 Balok Timah di Pelabuhan Tanjungkalian

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:25 WIB

Target Operasi 2028, Pemprov Matangkan Realisasi Interkoneksi Kelistrikan Sumatera-Bangka Tahap II

Rabu, 2 September 2026 - 19:22 WIB

Kanwil DJPb Babel Ajak Stakeholder Berperan Aktif Tingkatkan Kualitas Layanan

Rabu, 2 September 2026 - 18:28 WIB

Digelar di OROM Sungailiat, 450 Atlet Ikuti Kerjurprov PBSI Bangka Belitung

Selasa, 1 September 2026 - 22:12 WIB

Berkas P21, Ditreskrimsus Polda Babel Limpahkan Satu Tersangka Tipidkor Pengadaan MOT RSUP

Selasa, 1 September 2026 - 19:06 WIB

BPS: Penumpang Udara dan Laut yang Datang ke Babel Naik pada Juli 2026

Berita Terbaru

Bangka Belitung

BPS: Penumpang Udara dan Laut yang Datang ke Babel Naik pada Juli 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:06 WIB