BERITAACUAN.COM.PANGKALPINANG — Kondisi pasar kerja di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menunjukkan tren perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat jumlah penduduk yang bekerja di Babel mencapai 783.005 orang pada Mei 2026, bertambah sebanyak 893 orang dibandingkan periode Februari 2026.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, menyampaikan bahwa seiring dengan peningkatan jumlah penduduk bekerja, jumlah angkatan kerja di Babel pada Mei 2026 turut mengalami kenaikan hingga mencapai 817.743 orang, atau naik 1.450 orang dari posisi Februari 2026.
“Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 68,21 persen pada Mei 2026. Ini mencerminkan keikutsertaan penduduk usia produktif di pasar kerja. Selama setahun terakhir, TPAK laki-laki mengalami peningkatan, sedangkan TPAK perempuan turun,” ujar Sugeng dalam rilis resmi BPS.
Sektor Industri dan Keuangan Penyerap Tenaga Kerja Tertinggi
Sugeng menjelaskan, selama rentang waktu Februari 2026 hingga Mei 2026, terdapat tiga lapangan usaha utama yang mencatatkan penyerapan tenaga kerja tertinggi di Bangka Belitung, yaitu:
- Sektor Industri: bertambah sekitar 4,12 ribu orang
- Sektor Aktivitas Keuangan dan Asuransi: bertambah sekitar 3,46 ribu orang
- Sektor Transportasi dan Penyimpanan: bertambah sekitar 2,95 ribu orang
Kendati penyerapan tenaga kerja meningkat, BPS memberi catatan kritis terkait kualitas lapangan kerja dan tingkat pendidikan pekerja di Babel. Saat ini, sebanyak 50,31 persen pekerja masih berada di sektor informal.
Dari sisi latar belakang pendidikan, 50,68 persen pekerja masih berpendidikan SMP ke bawah, sementara pekerja yang berpendidikan tinggi (Diploma ke atas) hanya mencapai 15,75 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas lapangan kerja yang lebih layak dan terlindungi.
Dinamika Pengangguran dan TPT
Di sisi lain, BPS mencatat jumlah pengangguran di Bangka Belitung pada Mei 2026 sebanyak 34,40 ribu orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 4,21 persen, naik dibandingkan posisi Februari 2026.
Pergerakan TPT menunjukkan dinamika wilayah dan gender yang berlawanan: TPT perempuan dan TPT wilayah perdesaan mengalami peningkatan, sedangkan TPT laki-laki dan TPT wilayah perkotaan menunjukkan penurunan














